This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 30 September 2017

Catatan kecilku dipenghujung September 2017



Perjuangan sudah sejauh ini terlampaui, berjuang di kota orang, bertanggung jawab dengan diri sendiri, dan bersosialisasi dengan berbagai macam budaya daerah masing-masing, sudah lama juga ku bernafas di kota ini, telah banyak peristiwa terlampau, entah berapa banyak kesalahan-kesalahan yang sudah ku perbuat.
Di penguhujung September ini, aku mencoba untuk berjuang kembali dengan apa yang sudah ku usahakan, ijasah belum sah ku raih meski SKL sudah ku dapati, apalah daya diri ini jika tanpa usaha dan doa tak mampu ku sanggup berdiri tegap berlari kencang bertaruh sigap tanpa ridhomu.
Teringatku akan masa lalu, ketika lalai jalur haluan, sambil mendengar lantunan lagu sang Opik, “Buka mataku buka hatiku”
Buka mataku buka hatiku terangilah hidupku dengan sinarMu
Beribu dosa telah terjadi mewarnai langkahku
Hitam diri, hitamlah hari yang lalu
Bila tanpa cahaya-Mu gelap seluruh hidupku
Tak berdaya tak berarti sia-sia
Tak mungkin bisa ku sempurna mencintaimu seperti ke-Maha-anMu
Diri yang hina berlumur noda hanya bersimpuh memohon belas kasihMu
Allah terangilah hidupku dengan sinarMu

Izinkan hati ini berucap maaf atas salah yang berlalu, kesalahan yang belum bisa terlupakan, pikiran dan hati selalu tertuju atas salah yang diperbuat. jika hati ini rapuh kuatkanlah, berikan jalan keluar atas segala keluh kesal, berikanlah kesabaran atas penantian yang hanya engkau yang tau waktu pengakhiran nya, berikanlah penjagaan kehormatan yang selalu engkau serukan, Mohon hapuskanlah tinta merah yang pernah menetes di dalam kehidupan ini.
Berucap syukur atas segala nikmatmu yang telah engkau berikan, keluarga yang penuh dengan kasih sayang, para pendidik yang selalu memberikan ilmu baru, sahabat dan kawan yang selalu ada disetiap segi waktu. Tak putus terucap trimakasih atas nikmat yang engkau berikan.

Salam lintas pena

Jumat, 29 September 2017

Layur….. Suara Awan



Layur…, adakah yang mengenal dengan layur, layur adalah salah satu group band indie yang dalam balutan albumnya berisi tentang melodi (just music), tanpa ada nyanyian dan tanpa ada kata-kata, melodinya slowww…, diiringi dengan suara alam, hewan-hewan hutan, sungguh nikmat sangat didengar, meskipun banyak orang mungkin tidak begitu suka dengan suara yang bak seperti di dalam hutan belantara.
Layur sangat nyaman didengar ketika sedang berada di puncak ketinggian, bukit, gunung. Pernah sekali saya mendengarkan musik ini ketika diatas ketinggian sambil menikmati matahari terbit sembari berucap syukur atas nikmat yang diberikan, nikmat kesempatan dan tentu nikmat iman tanpa bisa dinilai dengan apapun.
Terkadang musik slow, alunan intonasi nada ringan membuat pikiran rileks, terbawa suasana santai, bisa berfikir tenang dan mampu berimajinasi dengan imajinasinya tersendiri tanpa perlu ada campur tangan orang lain, heheh tp ngelamunnya jangan kebablasan ya..
Terintonasi, terlantun, terirama dan tersalurkan dalam telingga manusia, kesukaan musik juga mempengaruhi karakter pendengarnya, kebayang kan kalau seseorang suka dengan musik berintonasi keras seperti layakny rock and roll, eitsss bukan mendeskriminasi ya, hanya sebatas melihat pada sisi musik saja, selera musik adalah selera tiap masing-masing bagi siapa yang mendengarkan, bukan megenai apa seharusnya dia dengarkan, karena itu sebuah selera dan selera bukan berarti harus dipaksakan dengan selera orang lain.
Rileksasi memang perlu, terkadang ketika sedang mengerjakan sesuatu perlu adanya teman penyemangat, bisa itu coklat panas, musik indie, dan sedikit beberapa cemilan didalam kotak toples kecil bertutup merah jambu, wahhh… lengkap sudah dan sungguh makmur rileksasi di kamar sambil menulis bersama si hitam @Laptop.. lebih semangat lagi kalau ada coklat chocodot khas garut ^^.
Rileksasi bisa kita ciptakan dengan apa yang kita senangi dan kita sukai, bisa dari musik seperti layur, atau bisa melalui teman hangat (secangkir coklat panas), bisa dengan hal-hal lain yang disenangi, selagi kita bisa membuat lebih rileks kenapa tidak, imbas dari rileksasi berakibat pada suasan hati, jika suasana hati nyaman beraibat pada hasil yang akan diperoleh, mood boster pun meningkat melaju cepat melesat tanpa batas…
Layur kesukaanku memang sebatas melodi suara musik, tanpa ada lagu, tanpa ada suara yang bernamakan manusia, layur dalam suara awan mampu menghayalkan batas imajinasiku untuk menarikan jari jemariku dalam menuliskan ungkapan kata indah untuk merangkaikan sejuta makna, mengariskan lantunan bait, berceritakan lambaian kata, merajut buih doa bertuliskan harapan bersamamu.

Salam lintas pena


Sang waktu…. ^^




Semoga jawaban itu segera datang
Perjalanan…., cerita, peristiwa, ingatan dan sebuah lelucon yang seringkali kita jumpai dalam masa-masany sesuai dengan ritme dan tepat pada posisi akurat yang dikehendaki.
Ah sang waktu…, aku mencoba memahamimu, mencoba berkawan denganmu, tidak cukup sepertinya aku mencoba memasuki duniamu,
Perjalanan ini sudah terlanjur jauh untuk terlampaui, masih ku disini menunggu satu  nama yang sudah dijanjian oleh-Nya, memang hati ini sudah melantunkan doa untuk mendapati dia, merayu dan meminta kepada sang pemilikNya, sang nama seorang hamba oleh milikNya, tak lepas tak lelah ku sebut namanya dalam doa.
Sebait doa, sejuta harapan, dan secercah penantian menunggu atas ridhomu, bila hati ini terlalu sibuk dalam doa penyebutan “nama”, mohon ampun atas segala khilaf yang tak tau diri ini, mohon arahkan pada arah yang engkau tunjuki, agar kaki ini tidak terperosok dalan jurang tak berdangkal, atau memang engkau sedang mengujiku untuk melihat seberapa sabar dan seberapa tangguh aku untuk terus meminta mu.
Perjalanan hidup.., dan perjalanan rasa, teringat apa yang dituliskan oleh Fahd Djibran dalam Perjalanan Rasa, “semoga tuhan mendekatkan semua rahasia perasaan pada jawabannya”. Rahasia perasaan oleh penantian, rahasia tertutupi oleh waktu, sebab itu sebuah rahasia, tuhan akan mendekatkan semua rahasia perasaan tepat pada waktunya dengan siapa dan oleh siapa yang dikehendakinya, sebuah rahasia masih rahasia karena rahasia yang dirahasikan.
Tepat ketika senja menghampiri hari, warna merah merona diujung barat dihiasi dimensi langit perubahan warna diselinggi angin lembut sore, “hemmmm nikmatnya”, ucapku. Jikalah senja datang menghampiri, maka gelap pun akan segera datang, matahari beralih ke tempat dia berotasi, gelap pun menyapa, penutupan hari telah terjadi, maka beralihlah esok untuk hari berikutnya, sementara hari hari berjalan seperti berlalu sangat cepat, sangat cepat, sangat cepat, untuk memberhentikannya tak kuasa. Jika teringat lagu tasya dan eros “jangan takut akan gelap, karena gelap melindungi diri kita dari kelelahan”, ahhh… gelap melindungi diri ini dari kelelahan, lelahmu dalam menjalani hari ini dan esok akan kembali dengan harimu yang baru, lelah kan menemani istirahatmu dalam gelap malam dan jangan takut akan gelapnya malam, karena setelah gelap tiba esok akan datang pagi yang cerah tuk menemanimu dalam menghadapi kehidupan.
Berjalannya sang waktu, beralihlah tempat, berpijaklah kaki-kaki kehidupan, bergantinya manusia, berlalunya cerita, berkurangnya waktu bernafas, berlalunya usia dan tertutuplah pintu-pintu dunia, maka kemanakah jika dunia tak lagi menerima mu untuk berpihak, sebab dunia tak kekal menerima mu untuk bertinggal, dunia menerima mu hanya dalam kurun waktu tertentu… jika hidup hanya untuk dunia, maka kemanakah dirimu setelah dunia tak lagi menerima pijakanmu, kamu hanya bisa terdiam dalam sudut tanah tak bergerak, menunggu sang pemberi tanya akan pertanggung jawaban atas duniamu, ah…, aku sering menerka-menerka sejauh mana jatah di dunia ini, sebab memang aku hanya diminta untuk menghampiri dunia hanya sementara waktu, sang pemilik waktu sudah menentukan dengan tegasnya bahwa waktu tidak bisa ku pinta, waktu akan terus berputar mengililingi putaran dunia tanpa disadari waktu sudah berlalu begitu cepat, sang ahli astronot maupun arkiolog, profesor tak mampu menghentikannya, semua manusia memiliki waku masing masing, jika waktu tiba, semua akan datang pada waktu yang tepat, bukan hanya mengenai penantian sebuah “nama”, bahkan gelar sebuah nama depan Alm. akan datang sesuai dengan ketentuan, tanpa harus dipinta, tanpa perlu negosiasi, tanpa perlu konfirmasi, tepat disaat yang tepat.
Masihkah kita meremehkan sang waktu….??

Salam Lintas Pena

Leleahku, semoga menjadi lillah



Menapakkan kaki menujumu
Bergegas tegap tuk menujumu
Bertalian tasbih berucap namamu
Apalah daya hati ini jika tanpa ridhomu

Lelahku ini semoga menjadi lillah
Lalu lalang semoga tak menjadi lelah
Sebab lelah ku bukanlah pasrah
Lelahku bukanlah susah payah

Berupaya bukan hanya berusaha
Berupaya bukan hanya terlihat kasat mata
Berupaya mengupayakan apa yang belum diterima
Sebab berupaya belum tentu sesuai apa yang diupayakan

Aku…, disini berupaya untuk ridhomu
Dititik semu tak bertepi melambai tautan untukmu
Wahai sang pemilik kehidupan
Inilah upayaku, usahaku untuk janjimu

Sebab ku tahu hasilku adalah upayaku
Tiada kesuksesan tanpa adanya upayaku
Tiada kesuksesan tanpa izinmu
Apalah diri ini tanpa campur tanganmu.

Salam Lintas Pena

Selasa, 26 September 2017

Secercah Harapan



Sebuah harapan seringkali dibekali dengan keinginan untuk dijadikannya sebuah tantangan maupun tujuan, mengawali dengan konsep yang diarahkan untuk menujunya, membuat rancangan ditujukan untuk bisa diusahakan.
Terkadang manusia hanya melihat hasil pada seseorang yang telah didapatkan, namun perlu juga kita melirik sisi kehidupan dimasa lalunya, dimasa perjuangannnya, dimasa keterpurukannya, tidak semerta-merta dia langsung mendapatkan apa yang didapatkan sekarang, kalau kata orang jawa si sawang sinawang, hanya melihat satu sisi kesuksesannya namun tidak melihat bagaimana sisi perjuangannya
Proses akan mengajarimu kedewasaan, sebuah ucapan yang sering membantu untuk bangkit ketika pada posisi jatuh, setiap orang pasti pernah mengalami jatuh, semakin seseorang berproses maka semakin bagus hasilnya, semakin orang berusaha maka semakin cemerlanglah dia., tidakkah kita seharusnya memang seperti itu berusaha untuk lebih baik dan mencoba bermanfaat untuk setiap orang disekitar kita
Secercah harapan, seperti halnya kita berharap akan sesuatu yang bisa kita usahakan dan berdoa, secercah bukan berarti pecahan dari secuil pengharapan. Secercah adalah pengharapan-pengharapan yang semuanya dibungkus dalam doa, dipanjatkan dalam keikhlasan hati diharapkan dalam konsisten usaha.
Tidak kah kita berfikir, bahwasannya secercah harapan mampu merubah semuanya, mampu menjadikan yang tidak mungkin menjadi mungkin, mampu menjadikan sesuatu yang biasa menjadi luar biasa, menjadikan hampa menjadi ada, sealigus menjadikan seseorang yang jauh hadir dalam kehidupan.
Ahhhh…, apalah hidup ini jika kita tidak pandai mensyukuri, baiklah,,, hidup memang tak semudah apa yang terlihat, tapi kita masih bisa mengupayakan, sang pemilik kehidupan bukanlah hasil yang dinilai namun proses dan usaha itu adalah penilaian yang sesungguhnya. Apakah kita masih termasuk orang yang terpaut dan terpaku hanya dengan hasil, sementara proses dinomor dua kan, seperti halnya menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya.
Proses, proses dan berproses, kita tidak bersabar dalam menjalaninya, proses terkadang membuat belenggu masa yang tak kunjung ujungnya, namun itulah kehidupan karena dirimu hidup maka perlu adanya proses. So…. Masih ragu untuk berproses, mari berproses bersama secercah cahaya…

Salam lintas pena