Jumat, 29 September 2017

Sang waktu…. ^^




Semoga jawaban itu segera datang
Perjalanan…., cerita, peristiwa, ingatan dan sebuah lelucon yang seringkali kita jumpai dalam masa-masany sesuai dengan ritme dan tepat pada posisi akurat yang dikehendaki.
Ah sang waktu…, aku mencoba memahamimu, mencoba berkawan denganmu, tidak cukup sepertinya aku mencoba memasuki duniamu,
Perjalanan ini sudah terlanjur jauh untuk terlampaui, masih ku disini menunggu satu  nama yang sudah dijanjian oleh-Nya, memang hati ini sudah melantunkan doa untuk mendapati dia, merayu dan meminta kepada sang pemilikNya, sang nama seorang hamba oleh milikNya, tak lepas tak lelah ku sebut namanya dalam doa.
Sebait doa, sejuta harapan, dan secercah penantian menunggu atas ridhomu, bila hati ini terlalu sibuk dalam doa penyebutan “nama”, mohon ampun atas segala khilaf yang tak tau diri ini, mohon arahkan pada arah yang engkau tunjuki, agar kaki ini tidak terperosok dalan jurang tak berdangkal, atau memang engkau sedang mengujiku untuk melihat seberapa sabar dan seberapa tangguh aku untuk terus meminta mu.
Perjalanan hidup.., dan perjalanan rasa, teringat apa yang dituliskan oleh Fahd Djibran dalam Perjalanan Rasa, “semoga tuhan mendekatkan semua rahasia perasaan pada jawabannya”. Rahasia perasaan oleh penantian, rahasia tertutupi oleh waktu, sebab itu sebuah rahasia, tuhan akan mendekatkan semua rahasia perasaan tepat pada waktunya dengan siapa dan oleh siapa yang dikehendakinya, sebuah rahasia masih rahasia karena rahasia yang dirahasikan.
Tepat ketika senja menghampiri hari, warna merah merona diujung barat dihiasi dimensi langit perubahan warna diselinggi angin lembut sore, “hemmmm nikmatnya”, ucapku. Jikalah senja datang menghampiri, maka gelap pun akan segera datang, matahari beralih ke tempat dia berotasi, gelap pun menyapa, penutupan hari telah terjadi, maka beralihlah esok untuk hari berikutnya, sementara hari hari berjalan seperti berlalu sangat cepat, sangat cepat, sangat cepat, untuk memberhentikannya tak kuasa. Jika teringat lagu tasya dan eros “jangan takut akan gelap, karena gelap melindungi diri kita dari kelelahan”, ahhh… gelap melindungi diri ini dari kelelahan, lelahmu dalam menjalani hari ini dan esok akan kembali dengan harimu yang baru, lelah kan menemani istirahatmu dalam gelap malam dan jangan takut akan gelapnya malam, karena setelah gelap tiba esok akan datang pagi yang cerah tuk menemanimu dalam menghadapi kehidupan.
Berjalannya sang waktu, beralihlah tempat, berpijaklah kaki-kaki kehidupan, bergantinya manusia, berlalunya cerita, berkurangnya waktu bernafas, berlalunya usia dan tertutuplah pintu-pintu dunia, maka kemanakah jika dunia tak lagi menerima mu untuk berpihak, sebab dunia tak kekal menerima mu untuk bertinggal, dunia menerima mu hanya dalam kurun waktu tertentu… jika hidup hanya untuk dunia, maka kemanakah dirimu setelah dunia tak lagi menerima pijakanmu, kamu hanya bisa terdiam dalam sudut tanah tak bergerak, menunggu sang pemberi tanya akan pertanggung jawaban atas duniamu, ah…, aku sering menerka-menerka sejauh mana jatah di dunia ini, sebab memang aku hanya diminta untuk menghampiri dunia hanya sementara waktu, sang pemilik waktu sudah menentukan dengan tegasnya bahwa waktu tidak bisa ku pinta, waktu akan terus berputar mengililingi putaran dunia tanpa disadari waktu sudah berlalu begitu cepat, sang ahli astronot maupun arkiolog, profesor tak mampu menghentikannya, semua manusia memiliki waku masing masing, jika waktu tiba, semua akan datang pada waktu yang tepat, bukan hanya mengenai penantian sebuah “nama”, bahkan gelar sebuah nama depan Alm. akan datang sesuai dengan ketentuan, tanpa harus dipinta, tanpa perlu negosiasi, tanpa perlu konfirmasi, tepat disaat yang tepat.
Masihkah kita meremehkan sang waktu….??

Salam Lintas Pena

0 komentar:

Posting Komentar