This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 29 Oktober 2017

Bolehkah Memilih dalam Satu Pilihan



Hidup seringkali dihimpit oleh dua pilihan
Memilih untuk dipilih menjadi pilihan, atau
Memilih untuk dipihak menjadi pemihak, atau
Memilih untuk tak ada pilihan lagi

Muncul dalam diri manusia tak sama
Siapa dia siapa berucap
Bertutur saja masih tak berlaku sempurna
Bercerita satu masih tak tertuju sempurna

Bolehkah memilih dalam satu pilihan
Bolehkah pilihan dijadikan hanya satu pilihan
Bolehkah keingginan selalu di”iya”kan
Bolehkah memilihmu

Tak kuasa memang tanpa kuasa oleh-Nya
Tak berkehendak memang tanpa rindho-Nya
Tak bermartabat memang memaksa ketentuan-Nya
Takk kuat hati memang menerima tanpa serupa hati

Oleh-Nya…
Sebuah pengharapan dinanti
Menjadi benalu atau lalu pun masih menunggu
Menjadikan proses menunggu untuk ridho-mu.

Kapan Berujung Kasih



Kasih…
Hati…
Masih dimanakah untuk berlabuh
Jika mencari tak jua berujung hati

Bila hati menoreh rindu
Bila rasa tak mampu dipendam
Bentak sorak batin mengoyak suara auman alam
Maka haruskah hanya mengaduh dalam gumaman

Menjadi penutur untuk hatipun tak cukup
Menjadi luapan senyum untuk beralihpun tak cukup
Menjadi penegar dalam goncanganpun tak cukup
Menjadi periang untuk meluapkan penatpun tak cukup

Perubahan berlanjut mengiringi waktu
Beralih tujuan pun menjadi benalu
Sebab hati menunjuk kasih
Sementara kasih masih tak  menentu.

IBU




Waktu yang terlampaui menjawabkan pada kondisi tubuhmu Ibu.., perubahan warna dari hitam menjadi putih, berawal dari perubahan satu helai beruban dan berlanjutan memutih keseluruhan, rambut putih yang sudah melekat di rambutmu Ibu…, aku hanya bisa memandangi dan mengusik dalam lamunanku sendri.
Ibu…, kau sudah tampak tua sekarang, persendian tulangmu sudah rapuh, keriput tampak diwajah sayumu, namun senyum ramahmu masih tetap sama sampai kapan pun.
Melihat wajahmu sungguh menenangkan, sentuhan tanganmu selalu memberikanku dukungan, meski seringkali tak bisa kau berucap untuk memberikankku wejangan, tapi aku memahami dengan bahasa tubuh yang tak mampu ibu tutupi.
Bertambahnya usia memberikanku begitu banyak hal yang harus disyukuri dan dijaga, Ibu.
Hidup memang keras jika kita tak sanggup menyangga untuk selalu tegap dan siap menghadapi, namun kau selalu menjagaku, meski sering tak terlihat kasat mata olehmu, doamu selalu menghampiri kehidupanku Ibu.., doa-doa tulus terlantunkan untuk anakmu. Perjuangan memberikan asupan pendidikan, karakter, perilaku telah sempurna kau berikan. Tak mampu ku membalasnya Ibu..
Akupun teringat Seorang musisi legendaris Iwan Fals, menciptakan sebuah lagu “Ibu” untuk sosok yang sangat dominan mewarnai dan memengaruhi kehidupan Iwan Fals, sosok Ibu digambarkan layaknya udara. Kasih sayang yang diterima, tak mampu dia balas. Meski berhadapan dengan darah dan nanah. (source : tempo interaktif)
Ibu by Iwan Fals
Ribuan kilo jalan yang kau tempuh
Lewati rintang untuk aku anakmu
Ibuku sayang masih terus berjalan
Walau tapak kaki penuh darah, penuh nanah
Seperti udara kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas, ibu… ibu…
Ingin ku dekat dan menangis di pangkuanmu
Sampai aku tertidur bagai masa kecil dulu
Lalu doa-doa baluri sekujur tubuhku
dengan apa membalas, ibu… ibu…
Ribuan kilo jalan yang kau tempuh
Lewati rintang untuk aku anakmu
Ibuku sayang masih terus berjalan
Walau tapak kaki penuh darah, penuh nanah
Seperti udara kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas, ibu… ibu.

Ibu…, jika aku membayar akan kasihmu, maka tak secuil apapun mampu menggantikannya, tak seberapa ku mampu mengembalikan atas tumpah perjuanganmu kepada anakmu. Ibu…, doa kebaikan selalu terucap untukmu, anakmu menyayangimu Ibu..

Jangan Tanyakan Lagi




Aku pun tak tau harus menulis apa, hanya saja ingin kuluapkan saja ungkapan dan pertanyaan-pentanyaan tak bisa ku jelaskan, mengapa selalu berputar pada permasalahan kapan? dan dengan siapa?. Ah itu sungguh memberikanku tekanan batin.
“Jangan tanyakan itu kepadaku, berikanlah solusi”, sentakku didalam hati ketika pertanyaan itu muncul lagi untuk keberapakalinya mendatangi.
Diujung jalan banyak orang berkelebatan berjalan menuju tujuan masing-masing, sembari menyapa dengan sebutan orang pada umumnya (Mbak, Mas, Bude, Pakde, Mbah) atau langsung dengan memanggil namanya, tak hiran jika bertemu sesama dalam berfikir atau sama dalam genre pembahasannya pun sama, berbicara dalam suatu ungkapan yang mereka miliki tersendiri untuk memunculkan perbincangan hangat antara fakta atau hanya opini tambahan.
Sebutku suatu penilaian sepihak memberikan wejangan kilat yang tak didasari oleh apa yang seungguhnya dirasakan, penilaian tanpa adanya sebuah pernyatan kebenaran sering memberikan hasil penilaian sepihak. Seringkali mendapatkan pertanyaan besar atas permasalahan sekelumit kehidupan. Tak sedikit banyak jawaban memberikan pembenahan semua yang tampak terlihat olehnya mampu dikritisi oleh beberapa manusia lain.
Sungguh tersiksa batinku terkoyak atas pertanyaan pertanyaan itu, aku pun terusik, tersakiti, terpojokkan dan terdiam membisu ketika pertanyaan itu datang. Aku pun tak tau, sebab Sang Khalik adalah penentu, karena pertanyaan itu sama halnya dengan kapan Sang Pemilik Hidup akan memanggil untuk kembali, Aku pun tak tau apa yang mesti dijawab.
Polemik masyarakat desa sungguh memberikanku himpitan hati dan teroyak dalam sudut tak terjawab. Menjawab atas sesuai kehendak orang-orang pada umumnya perlu pembuktian dan pelaksanaan, jika pertanyaan itu terus menuntut, maka berikanlah diri ini doa agar pertanyaan-pertanyaanmu menjadi segudang, segunung, sealam doa untuk memberikanku jalan Aku mampu menjawab pertanyaann-pertanyaanmu dengan sempurna.
Maafkanlah jika Aku sering membalas dengan senyuman untuk memberikan penghormatan kepadamu, tak kuasa bibir ini berucap tuk memberi penjelasan, entah sampai kapan ujungnya, semoga dalam menunggu waktu yang sudah ditentukan oleh dan waktu akan menjadikan pribadi ini lebih baik dan mampu menyulurkan tangan ini kepada hal-hal bermanfaat untuk jiwa pribadi, jiwa terkasihi dan jiwa-jiwa yang tak bisa tersebut satu persatu.
Jadi jangan tanyakan lagi, cukup tambahkan doa untuk jiwa ini yaitu disela doa-doa pada lima waktu tatap hati kepada tuhanmu.

Sabtu, 28 Oktober 2017

Fiersa Besari sang Musisi Sastra

Fiersa Besari adalah musisi sekaligus penulis dari Bandung dan Bung Fiersa merupakan sapaan yang seringkali orang menyapa atau memanggil. Fiersa Besari lahir di Bandung pada 3 Maret, ayahnya sudah lama meninggal, Bung Fiersa tinggal bersama Ibu dan Saudara laki-lakinya. Fiersa Besari pernah melakukan keliling Indonesia dengan berbekal seadanya, berpindah pindah tempat ke tempat yang lai, setiap tempat yang dia singgahi memiliki makna tersendiri bagi dirinya dan mampu memberikan banyak ilmu kehidupan.
Fiersa besari memiliki aliran Musik Indie, memang tidak banyak orang yang mengetahui dan mengkonsumsi Musik Indie, aliran musiknya identik mellow, kalem dan tidak begitu banyak suara alat musik ditampilkan.
Pada tahun 2011 Bung Fiersa memulai membuat project bersama teman-temanya, project ini bertujuan untuk mengajak pembaca berinteraksi dan menikmati sebuah karya melalui rasa, mata, telinga. Tema-tema yang disuguhkan dari keseharian sehari-sehari dikemas dengan sastra indah dan menarik untuk dinikmati.
Isi dari lagu bung fiersa lebih ke nilai sastra, banyak lagu-lagu yang diciptakannya bak puisi indah, tidak hanya pencipta dan penyanyi, bung fiersa juga penulis buku dengan gaya sastra menarik, sederhana dan asik untuk dibaca.
Album Fiersa Besari 11:11 pada tahun 2012, album ini sangat luar biasa, lagu-lagunya sarat penuh makna, memiliki karakter kuat dalam pengkiasan tiap lagu yang dibuat. Judul-judul lagu album yaitu: And I Need You, Melangkah Tanpamu, Aca Corak, Home, Samar, Heart Thee, Kala, Glimpse, Kisah Semu, Temaram, Senja Bersayap.
Album Fiersa Besari Tempat Aku Pulang. Tahun 2013, Fiersa Besari merilis album keduanya yaitu Tempat Aku Pulang. Album kedua tidak kalah menariknya dengan album sebelumnya. Judul-judul lagunya yaitu: Celengan Rindu, Tiffa, Lads, April, Hidup ‘kan Baik-Baik Saja, Tempat Aku Pulang, Friendzone, Waktu yang Salah, Anak Semua Bangsa, Nona Senja, Edelweiss, Quasar, Napak Tilas, Surat Untuk Ibu.
Album terbaru 2015 Fiersa Besari yaitu Konspirasi Alam Semesta. Pada 29 Oktober 2015, Fiersa Besari dan kawan-kawan membuat sebuah album yang terdiri dari 14 lagu yang dibarengi dengan naskah dipublikasikan dalam bentuk buku Konspirasi Alam Semesta dan merupakan karya yang banyak diminati oleh kaum muda, penulisan buku sekaligus penciptaan lagu dalam album Konspirasi Alam Semesta memberikan pembaca maupun penikmat lagu Bung Fiersa memiliki daya tarik untuk selalu dinikmati.
Bung Fiersa memiliki simbolis dalam mengajak anak muda untuk terus maju dengan sebutan “Pecandu Buku”, menurut Bung Fiersa untuk mengajak seeorang kita tidak hanya menggembor-gemborkan apa yang baik untuk mereka, namun kita sendiri yang terjun mengajak juga ikut terlibat didalamnya, karena minat baca generasi muda saat ini sungguh sangat menurun dan sangat disayangkan jika kita tidak bergerak untuk menyelamatkan generasi saat ini.
Bung Fiersa juga memiliki perpustaakaan, buku-buku yang dipinjamkan berawal dari koleksi bukunya sekaligus dari sumbanagan atau kerelaaan orang-orang yang bersedia untuk menyumbangkan buku. Pernah beberapa kali bung fiersa manggung untuk meyanyikan musik indie, diberlakukan bahwa tiket penonton free namun cukup memberikan minimal 1 buku dalam acara pementasan.
Bung Fiersa mengajak memproduktifkan buku-buku yang dimiliki untuk diproduktifkan kembali di perpustakaan. Perpustakaan terbuka untuk umum, boleh meminjam dan membacanya. Menurut Bung Fiersa berawal dari membaca dan berbekal pengalaman dibeberapa tempat memberikannya inspirasi bahwa kita perlu melakukan perubahan dari diri kita dan untuk orang lain.