Senin, 02 Oktober 2017

Cahaya Lampion





Di tengah sudut kota tepatnya di tengah-tengah kerumunan manusia berada, posisi letaknya tidak tidak jauh dengan titik o km, yaitu di mall maliboro, malam ini berbeda dengan yang lainnya terhiasi warna warni lampu lampion dalam pelataran pintu masuk.
Aku dan temanku tidak sengaja melewati jalur ini, seketika tersentak “yuk kita mampir”, ajakan temanku. “Boleh-boleh sekalian kita makan ice cream, sudah lama tidak kita tidak bercakap-cakap sambil menikmati lembut dan dinginnya ice cream”, ucapku sembari inggin segera menikmati ice cream mcflurry choco.
Sesampainnya di mall maliobro, ku melihat berbagai macam manusia di sini, mulai dari yang hot-pan, berambut pirang, berkerudung, sampai manusia bertato, manusia-manusia bertumpah disini. Sungguh maha besar Allah menciptakan semua ini, berbagai macam bentuk rupa dan warna tanpa ada satu pun yang sama, mereka semua berbeda-beda, meskipun ada salah satu dari mereka datang dengan keluargannya, bentuk wujudnya tidak sama, hanya saja ada kemiripan.
Aku menikmati di tenggah-tengah keramaian kota sembari menikmati indahnya lampion, terasa mata ini penuh dengan warna, tapi merasa sepi, berada di tengah-tengah keramaian namun kesepian masih terasa, ahhhh… apakah ini hanya bualan ku saja, terasa ada yang kosong ada yang sangat dirindukan, ada yang ingin disandingkan, meskipun disamping ada teman sekawan wisma berada disampigku, kita sempat beberapa menit menikmati foto-foto disana, melihat ada beberapa pasangan dengan perbincanga mereka berdua, ada keluarga kecil dengan membawa anaknya, ada seorang anak kecil yang merenggek ingin dibelikan apa yang sedang dipintannya, dan kita hanya bisa memandang satu sama lain, aku pun tak mau berlarut lama ikut dalam imaginasi yang belum terlaksana, “sudah…, gak apa-apa kok, kan ada aku disini”, mencoba menghibur temanku, meskipun aku juga merasakannya sedemikian yang dia rasakan.
Setelah kita berfoto-foto, kita memutuskan untuk menikmati ice cream mcflurry choco dan Fanta float, ditambah roti breaktalk untuk menemani perbincangan kita, di tengah-tengah perbincangan kita membahas mengenai masa depan yang tengah kita hadapi dan benar-benar sudah di depan mata, temanku juga sudah mengambil magister sesuai dengan bidangnya, kita sama-sama sudah menyelesaikan tugas akhir untuk pertanggung jawaban mengenai gelar yang akan diperoleh, meskipun kita sama-sama masih menunggu untuk pelaksanaan wisuda.
Ada salah satu perbincangan menarik ketika bertukar pikiran dan pendapat, “kita harus memulai bisnis”, ungkap temanku, dia bercerita tentang kondisi desanya di Palembang yang lumayan susah untuk menjangkau perkotaan, akses harus dengan mobil tertentu, keadaan masyarakat desa yang masih minim pendidikan, anak kuliah masih dalam hitungan jari, “kamu ingin bisnis apa?”, tanyaku dengan raut muka penasaran ingin segera mengetahuinya, “aku ingin menemukan supplier-suplier besar yang ada di Yogyakarta, untuk ku ajak kerjasama, ketika aku sudah di Palembag ada jalinan kerjasama di Yogyakarta, dan ketika aku membutuhkan barang aku tinggal kontak untuk segera dikirimkan sebagai pengadaan barang di Palembang, aku ingin membuat mini market, dan bahan-bahan semuanya berasal dari Yogyakarta,” penjelasan temanku dengan penuh semangat sambil menimtai fanta float.
Setelah kita berdiskusi  mengenai keingginan dan perencanaan yang akan kita ambil, kita memutuskan untuk mencari supplier-suplier dengan harga murah dan bisa diajak kerjasama dengan harga miring kualitas bagus dan mampu diterima oleh masyarakat desa. Kita juga perlu mencari perbandingan harga dengan pembeli-pembeli yang lain, jika dia bisa diajak kerjasama dalam pembelian jumlah besar diberikannya potongan, maka kita save kerjasamanya.
Tak biasanya kita berbincang seperti ini, biar tidak bosen juga pembahasan tentang jodoh sering kali membuat kita baper tingkat provinsi. Tepat pulkul 22.00 malam sudah “waktunya kita pulang nih”, ungkapan dia sambil melihat jam di hanphone, kita menutup perbincangan bahwa harus ada perubahan dalam diri kita, setelah lulus dari kuliah kita harus mandiri dan kuat finansial, tidak lagi mengeluh mengenai keuangan, tidak lagi kebingungan ketika tanggal tua, dan selalu bisa membantu orang lain, dan lebih tepatnya kita sudah mandiri dari segi apapun.
Upsssss…. “kita kapan ketemua jodoh?”, pertanyaan temanku yang sangat mengelitik, “sudahlah.., nanti juga datang disaat waktu yang sangat tepat dan dengan orang yang tepat”, jawabku sambil menghibur diri juga. Okelah… semua sudah ada ketetapannya, tidak perlu dirisaukan dan dikhawatirkan, Allah akan memberikan semuanya ketika hambanya sudah siap menerimanya. “Yuk pulang… “, ajaku dengan mata sayu.

Salam lintas pena.

0 komentar:

Posting Komentar