Minggu, 29 Oktober 2017

IBU




Waktu yang terlampaui menjawabkan pada kondisi tubuhmu Ibu.., perubahan warna dari hitam menjadi putih, berawal dari perubahan satu helai beruban dan berlanjutan memutih keseluruhan, rambut putih yang sudah melekat di rambutmu Ibu…, aku hanya bisa memandangi dan mengusik dalam lamunanku sendri.
Ibu…, kau sudah tampak tua sekarang, persendian tulangmu sudah rapuh, keriput tampak diwajah sayumu, namun senyum ramahmu masih tetap sama sampai kapan pun.
Melihat wajahmu sungguh menenangkan, sentuhan tanganmu selalu memberikanku dukungan, meski seringkali tak bisa kau berucap untuk memberikankku wejangan, tapi aku memahami dengan bahasa tubuh yang tak mampu ibu tutupi.
Bertambahnya usia memberikanku begitu banyak hal yang harus disyukuri dan dijaga, Ibu.
Hidup memang keras jika kita tak sanggup menyangga untuk selalu tegap dan siap menghadapi, namun kau selalu menjagaku, meski sering tak terlihat kasat mata olehmu, doamu selalu menghampiri kehidupanku Ibu.., doa-doa tulus terlantunkan untuk anakmu. Perjuangan memberikan asupan pendidikan, karakter, perilaku telah sempurna kau berikan. Tak mampu ku membalasnya Ibu..
Akupun teringat Seorang musisi legendaris Iwan Fals, menciptakan sebuah lagu “Ibu” untuk sosok yang sangat dominan mewarnai dan memengaruhi kehidupan Iwan Fals, sosok Ibu digambarkan layaknya udara. Kasih sayang yang diterima, tak mampu dia balas. Meski berhadapan dengan darah dan nanah. (source : tempo interaktif)
Ibu by Iwan Fals
Ribuan kilo jalan yang kau tempuh
Lewati rintang untuk aku anakmu
Ibuku sayang masih terus berjalan
Walau tapak kaki penuh darah, penuh nanah
Seperti udara kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas, ibu… ibu…
Ingin ku dekat dan menangis di pangkuanmu
Sampai aku tertidur bagai masa kecil dulu
Lalu doa-doa baluri sekujur tubuhku
dengan apa membalas, ibu… ibu…
Ribuan kilo jalan yang kau tempuh
Lewati rintang untuk aku anakmu
Ibuku sayang masih terus berjalan
Walau tapak kaki penuh darah, penuh nanah
Seperti udara kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas, ibu… ibu.

Ibu…, jika aku membayar akan kasihmu, maka tak secuil apapun mampu menggantikannya, tak seberapa ku mampu mengembalikan atas tumpah perjuanganmu kepada anakmu. Ibu…, doa kebaikan selalu terucap untukmu, anakmu menyayangimu Ibu..

0 komentar:

Posting Komentar