Minggu, 22 Oktober 2017

Salahkah jika Wanita itu HEBAT




Wanita berpendidikan tinggi itu bukan untuk menyainggi laki-laki namun untuk membangun generasi, seorang wanita dilahirkan untuk mendidik anak-anaknya, dia dilahirkan dari tulang rusuk Adam yang bengkok, memang dari sifatnya yang bengkok perlu diluruskan dengan kelembutan, sifat tulangnya sangat mudah patah.
Pandangan masyarakat pedesaan dalam melihat wanita seringkali membuat kegundahan, memandang seorang wanita tidak perlu memiliki pendidikan tinggi, ujung-ujungnya nanti tinggal di dapur, mengurus anak dan murni menjadi Ibu rumah tangga. Wanita tidak perlu gelar tinggi, cukup ahli dalam pedapuran itu sudah cukup.  Jika sudut pandang masih seperti ini, kapan seorang wanita mampu membangun generasi.
Perlu diluruskan bahwa wanita memang sudah digariskan menjadi seorang ibu bagi anak-anaknya, dalam mendidik seorang ibu perlu memiliki alat untuk menjadikan anak-anaknya cerdas, berakhlak baik dan mampu merespon lingkungan dengan baik, untuk mendidik anaknya perlu adanya ilmu, pendidikan dan kesabaran dalam emosional.
Di era saat ini, manusia menuntut ilmu melalui berbagai lembaga pendidikan, secara tidak langsung seseorang jika tanpa ilmu maka tidak ada sudut pandang orang lain akan memandangnya, ilmu dijadikan alat dalam bersosialisai, ilmu memberikan seseorang mampu melihat baik buruknya perilaku, ilmu menuntun pribadi seseorang untuk mencapai apa yang diusahakan, dari ilmu mengubah seseorang yang biasa-biasa saja menjadi luar biasa.
Masih terbesit gumaman hati saat ini yaitu mengapa seorang wanita sering dipermasalahkan dengan pendidikan tinggi, laki-laki akan takut melihat seorang wanita dengan berpendidikan tinggi, apalagi si wanita lebih tinggi pendidikannya dari pada laki-laki. Sudah bukan rahasia umum lagi, pendidikan seringkali malah dijadikan penghalang untuk seseorang dalam mengambil keputusan dalam sebuah “pernikahan”.
Wanita diciptakan untuk menemani Adam dalam kekosongan hatinya di Surga, Adam membutuhkan pendamping untuk mengarungi hidupnya di Surga, karena adanya kesalahan mereka, diturunkan keduanya ke Bumi.
Wanita bukan hanya sebagai penilaian, wanita diciptakan untuk menyempurnakan laki-laki, keduanya memiliki sifat yang berbeda, jika ketegasan dan kelembutan disatukan maka muncullah sebuah kesempurnaan.
Salahkah jika wanita itu hebat?
Salahkah jika wanita memilki pendidikan lebih tinggi?
Salahkah jika wanita memiliki kedudukan?
Menjadi seorang wanita juga perlu dukungan dari seorang laki-laki sebagai tonggak pola pikir, keduanya memerlukan dukungan dalam melangkahkan di kehidupan penuh tantangan. Maka perlu adanya komunikasi terorganisir, saling memberikan solusi serta menjadikan tingkat pendidikan bukan menjadi momok namun dijadikan alat untuk membangun generasi lebih baik.

0 komentar:

Posting Komentar