Kamis, 05 Oktober 2017

Tapak Kaki




Seseorang diberikan kesempatan untuk memilih pilihan, setiap pilihan memiliki sebab akibat yang di kemudian hari perlu adanya pertanggung jawaban.
Kata yang diteguk, tapakkan kaki, gumam suara, rintik sapaan, semuanya berujung pada masa masing-masing.
Malam ini hujan menyelimuti suasana di Jl. Kaliurang 5,5 KM, di salah satu wilayah daerah kota istimewa, seperti pada malam-malam sebelumnya, jemariku menari diatas huruf-huruf berbentuk balok, menemani jemariku menari di atasnya.
Sedang apa kamu kak, tanya ica kawan se Jawa Timur. Ah... ini hanya menuliskan apa yang ingin aku tuliskan untuk beberapa kata yang sering kali tak bisa ku teguk dengan satu gelas air putih”.
“pusing aku dengan ungkapanmu”, dan aku hanya melambai senyuman dengan ekspresi mata sayu.
Tapak kaki, jika mendengar definisi tapak kaki seolah-olah kaki seseorang yang sedang menapakkan kaki pada tanah yang sedang diinjak, kalau kita menoreh dengan bahasa lain tapak kaki dalam dunia fiksi atau dunia kiasan-kiasan yang sekirannya kita maknai dengan beberapa makna sayap, dan pada akhirnya muncul makna-makna tersirat.
Ehm..., tapak kaki. Tapak adalah ketegasan, kekuatan, keteguhan. Kaki adalah sebuah mediasi untuk pengerak tubuh dalam melangkahkan dari satu tempat ke tempat lainnya, kaki mengajarkan akan kesabaran dalam bertindak, dia mengikuti apa yang diperintahkan oleh otak, mengikuti keingginan hati dan merespon pengerak-pengerak tubuh yang lain. Kaki mampu menerima perintah maupun keingginan dari beberapa anggota tubuh untuk melangkahkan kakinya, sembari ingin menuju suatu tempat, terkadang butuh perjuangan kaki untuk menuju meski media yang dilewati berupa tanjakan, turunan, licin, landai, mudah, dan lancar. Tanpa perlu adanya negosiasi kaki merespon seketika itu.
Tidak kah kita mereview ulang bahwasanya semua apa yang kita lakukan perlu adanya kerjasaama terkoordinir secara baik dan sistematis agar terbentuknya suatu gerakan mampu mengakibatkan hal-hal lain untuk dijadikan sebagai sebuah tindak laku, tindak sikap, tindak pemikiran, tindak norma.
Perjalanan tiap manusia berbeda-beda wujudnya, tanpa kita sadari setiap apa yang diusahakan oleh manusia memiliki arti untuk kedepannya, apapun itu, hanya sekedar ucapan atau tindak laku pribadi manusia.
Saat ini manusia dihadapkan oleh beberapa macam plihan, bisa jadi sebuah pilihan bukan hanya dua, bahkan sebuah pekerjaan yang diemban bagi seorang karyawan sering kali tidak hanya satu job description yang dikerjakan dan itu sudah menjadi hal wajar, manusia-manusia mulai mengerjakan dengan double job, namun tapak kaki tak bisa memberontak, dia akan merespon gerak sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh otak dan mengikuti geraknya hati untuk mengarahkan.
Tapak kaki… kaki manusia, kakiku, kakimu, kaki dia, kaki kalian, memiliki makna tersendiri, namun perlu diingat langakah kaki kita belum sempurna, ajaklah kaki-kaki menuju sempurna meski manusia tidak memiliki kesempurnaan.

Salam Lintas Pena

0 komentar:

Posting Komentar