Rabu, 25 Oktober 2017

Tubuhku








Catatan seseorang mana ada yang mrengerti, manusia hanya bisa menerka-nerka akan berapa banyak kesalahan telah dilakukan, semesta alam menghukumi sesuai apa yang diperintahkan, menjadikan sesuatu ada namun belum memahami apakah sebuah keadaan memang seperti keadaanya.
Sebutku memanggilmu tubuh, sudah lama ku gunakan dirimu untuk berlari, berjalan, terdiam, bergerak tuk mengerakkan waktu. Tidak sepantasnya memang ku paksa dirimu untuk menemaniku selalu, namun apalah daya…, pikirku tak akan terlampaui jika kau tak membersamaiku.
Tubuhku..., maafkan jika selalu menuntutmu, mempergunakanmu dan membuatmu sakit. Ku berharap kau bisa menemaniku dalam setiap kondisi, inilah diriku yang penuh dengan dilematis kehidupan, inilah jiwaku ingin berupaya bersamamu.
Songsong kehidupan ini menjadikanmu selalu dan terus bergerak, memang ada masanya kau memberontak dengan panas membara keluar dari tubuhmu, jiwa pun merasakan suhu panas yang tak segan-segan kau keluarkan demi menyuarakan suara bahwa kau sedang lelah bersamaku, kau butuh untuk didiamkan beberapa waktu dan kau butuh dengan sebutan perhatian dari ku.
Meski sudah ku berikan hak mu untuk berasupan, memberikanmu nutrisi dan berdiam untuk menikmati mimpi malam sering kali terusik oleh jiwaku, kau menginkankan jiwa ikut dalam menikmati malam dengan menutup mata, berharap menyetujuimu untuk mebersamai dalam nikmanya mimpi malam sembari mengistirahatkanmu, namun jiwa seringkali tak mau kompromi, jiwa mengajakmu untuk berfikir, berfikir dan  berfikir.
Tubuhku…, semoga kau memahami, semoga kau mengerti, aku pun tak inigin panas membara yang  kau berikan berlarut lama, aku ingin kita mebersamai bersama, tubuhku dan jiwaku.
Tidakkah kita dalam satu wadah tuk bergerak bersama, jika kau tanpa tubuhku maka sirnalah kehidupanku, jika jiwaku tanpamu tubuhku, maka bukan di dunia lagi tempatku berpijak.
Kehidupan memang keras tubuhku, kehidupan memang menuntutmu untuk memiliki perubahan, kehidupan tak semudah apa yang kau ketahui sebelumnya, kehidupan adalah pilihan memilih untuk terus hidup atau mati ditelan kehidupan.
Tubuhku dan jiwaku…, aku menyayangimu. Selalu….
Lekaslah sembuh ^^.

0 komentar:

Posting Komentar