Minggu, 05 November 2017

Apa Makna “Hari”mu




Sabtu malam merupakan hari sabtu di malam hari, sering kali orang menyebutnya malam minggu bagi yang sedang menikmatinya dalam akhir pekan, setelah enam atau lima hari telah difungsikan dalam bekerja. Tidak sedikit orang memandang bahwa setiap hari itu sama saja, hanya sebuah pergantian nama dan akan berputar, berulang untuk kembali pada akhir pekan.
Sebuah pertanyaan menggelitik jika ditelurusi lebih lanjut??, “apa yang membedakan malam minggu dengan malam lainnya?”, jawaban pun bermacam-macam, tidak tentu sama atas sudut pandang masing-masing orang. Ketika pertanyaan tersebut dilontarkan kepada orang pekerja pasti akan sangat menyenangkan sekali jika sudah mendekati akhir pekan, namun jika dipertanyakan pada seorang petani atau buruh lainnya, akhir pekan mungkin sama saja dengan hari yang lain, nah jika pertanyaan ini ditunjukan pada anak sekolah tentu rasanya berbunga-bunga karena besok tak perlu lagi pergi ke sekolah, bisa main, tidak perlu pagi-pagi berangkat ke sekolah.
Dari nama-nama hari yang sudah ditentukan muncullah sebuah nama “malam minggu”, dengan bahasa sederhana pada sabtu malam akan menerima hari minggu pagi ke esokan harinya, hari minggu baru bisa dirasakan besok pagi hari, maka sebutlah malam minggu yaitu malam untuk menyambut hari minggu esoknya.
Terbesit keinngin tahuan mengenai asal usul hari Minggu, ada Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu dan setelah itu kembali lagi menjadi hari minggu. Sejarah apa yang melatar belakangi munculnya hari-hari tersebut. Kenapa orang menyepakati hari minggu dijadikan hari libur dan hari senin dijadikan awal pekan dalam beraktivitas sehingga senin seringkali dijadikan kambing hitam pada aktivitas kepenatan orang-orang pekerja.
Terinformasi dari narasumber (forum.detik.com) terkait:
1.        Asal-Usul Penamaan Hari dalam Bahasa Indonesia:
-          Minggu < Domingo, Portugis = hari minggu/pekan (satuan waktu 7 hari)
-          Senin < Itsnain ( إثنين ) Arab = Dua, atau hari ke-2
-          Selasa < Tsalasa ( ثُّلَاثاء ) Arab = Tiga, atau hari ke-3
-          Rabu < Arba'a ( أَرْبعاء ) Arab = Empat, atau hari ke-4
-          Kamis < Khamis ( خَمِيس ) Arab = Lima, atau hari ke-5
-          Jum'at < Jum'at ( جُمْعَة ) Arab = berjama'ah, atau hari berjama'ah di masjid
-          Sabtu < Sabtu ( سَّبْت ) Arab = hari Sabat, hari ibadah umat Nabi, Yusuf, Ayyub, Musa, Harun, Dawud, Sulaiman, Ilyas, Ilyasa, Zakariya, Yahya, 'Isa... السلام عليهم Para Nabi keturunan Bani Isra'il. Di antara masa keruntuhan Majapahit dan Penjajahan negara-negara eropa, mayoritas bangsa kita memakai kata Ahad ( أحد ) arti: satu, untuk penamaan hari pertama. Nama hari Ahad masih digunakan dalam banyak tulisan (surat dan buku) sampai dengan awal-awal abad 19.

2.        Asal-Usul Penamaan Hari Dalam Bahasa Inggris:
-          Sunday < Sun's day = Hari penyembahan dewa matahari.
-          Monday < Moon's day = Hari penyembahan dewi bulan
-          Tuesday < Tiw's day = Hari penyembahan dewa tiw, atau tiwes, atau teves.
-          Wednesday < Woden's day = Hari penyembahan dewa woden, atau wooden. woden = oden atau odin (dewa kayu/tumbuhan).
-          Thursday < Thor's day = Hari penyembahan dewa thor.
-          Friday < Friy's day = Hari penyembahan dewa friyy, atau frigg, atau frigid.
-          Saturday < Saturn's day = Hari penyembahan dewa saturnus.
Jika dilihat dari nara sumber diatas, asal-usul penerimaan hari tidak ada kaitannya dengan senin merupakan hari membosankan, menjenuhkan atau menjengkelkan. Semua hari memiliki arti masing-masing, penamaan arti sebuah nama hari tidak ada yang menunjukkan bahwa ada salah satu hari pada sepekan yang merupakan hari ketidakberuntungan. Perlu kita garis bawahi bahwa pribadi manusialah yang menciptakan rasa spesifik pada hari-hari mereka, tidak ada kaitannya dengan nama hari, jika hari senin dijadikan hari penerimaan uang mungkin tiap orang akan semangat dalam menghadapi Mo(ney)day. So… sudah siapkah anda menghadapi hari senin esok?.

0 komentar:

Posting Komentar