Minggu, 26 November 2017

Dicari Diperjuangkan Diikhlaskan (Part 11)



Hari hariku sudah mulai penyesuaian dalam segala kesibukan yang ada, lamunanku sudah teralihkan dengan aktivitas-aktivitas yang harus segera kukerjakan dan kuselesaikan. Terkadang masih teringat dengan apa yang pernah diungkapkan oleh Ansyar, tapi tak ada guna jika memikirkan hal tersebut, aku perlu memikirkan kembali jalan kehidupanku sendiri, kemanakah seharusnya kuberlabuh, sementara waktu tak pernah berhenti mempertanyakan “Kapan?”.
Tinggal satu minggu lagu siding akan berlangsung, fikiranku harus fokus, tak boleh beralih pada hal-hal yang membuatku berkurang semangat, doa terkasih dari kedua orantua mendukungku untuk maju, dukungan Alam mensupport untuk bisa melampauinya dengan semangat dan kerja keras.
Tepat hari Jumat pagi, tanda tangan ACC untuk maju siding sudah kudapatkan, ku berjalan melewati koridor untuk menju parkiran bawah gedung, sembari hatiku berdegup kencang karena merasa teramat bahagia mendapatkan persetujuan untuk siding, kuberikan kabar pada kedua orangtua, meraka ikut merasakan bahagia atas usaha kerasku sudah akan kudapatkan di depan mata, dan penyemangat untuk terus maju Alam, aku mengabarinya lewat pesan singkat tertuju kepadanya.
“Alhamdulillah..”, ucap syukurku
“Barakallah Mbak Nia, semoga ujiannya lancar dan diberkahi oleh Allah”. Pesan singkat Alam diiringi doa.
“Aamiin, terimakasih Mas Alam”.
Tinggal selangkah lagi, tinggal sedikit lagi masa belajarmu di Universitas Hijau akan selesai, keberhasilan ini tak luput dari berbagai dukungan, orang tua, keluarga besar, Alam dan tidak bisa kupungkiri Ansyar juga memiliki beberapa pengaruh ketika aku awal melangkah untuk melanjutkan Magister, sudah kuikhlaskan semua, semoga menjadikan semuanya indah pada waktunya nanti.
***
Sidang telah terlampaui degan hasil Memuaskan, ada beberapa revisi yang harus di selesaikan, karena tak afdhol jika mahasiwa tanpa adanya revisi, siding telah terlampaui dengan siding terbuka. Ada beberapa teman mengikuti sidang untuk memberikan support dan menjadikannya pelajaran untuk kedepannya sebelum mereka melangkahkan kaki menuju sidang.
“Ayah.., Ibu.., Alhamdulillah anakmu bisa menyelesaikan Magister atas doamu, terimakasih atas doa yang tak pernah habis kalian kucurkan kepadaku, hasil kerja kerasku ini untukmu, untuk kasih sucimu kepadaku, terimalah kebanggaanku hari ini, aku mampu aku tegap aku sigap hanya karena doa sucimu telah terlantunkan dalam balutan kasih tulus tak terhenti. Terimakasih Ayah Ibu”. Ungkapku dalam hati setelah penguji mengumumkan atas keberhasilan sidang yang telah berlangsung.
“Selamat Mbak Nia, saya ikut bangga dan bahagia, semoga berkah ilmunya”. Pesan singkat Alam serasa membuatku dikeliingi oleh bunga-bunga mawar indah.

0 komentar:

Posting Komentar