Minggu, 05 November 2017

Jalan Arah




Ketakutanku melewati relung nafas rindu
Pada jalan yang hilang tak terarah
Kegelapan dalam menempuh satu jalan
Menjalar merekah pergi…

Tak terbelenggu dalam menorah
Lembut sirna tak terlihat
Menjadikan ia menjadi kesempurnaan
Kapan engkau hadir

Ambil semua yang kau mau
Hidupku ini jika perlu
Pada arah perjalanannku untukmu
Engkau boleh memintannya kembali kepadamu

Tangan ini tak kuasa tanpa menengadah
Tertuju atas satu nama “Engkau”
Menjadi aku dia dan mereka sesuai hak keputusan titahmu
Menggariskan semua atas tiada menjadi ada

Tak mengapa mereka tak memperdulikanmu
Tak mengapa mereka mengacuhkanmu
Tak mengapa mereka hilang dalam garis batasmu
Mereka para ilalang tak mengenal dirimu

Jangan bersedih wahai Tuan..
Ada waktu suara teriakan hanya kepadamu
Disaat semuanya tak mampu meminta tuk diraih tangan
Disaat semunya dihadapkan pada wajah agungmu “Tuhanku”.

0 komentar:

Posting Komentar