Minggu, 12 November 2017

Laju Kereta Ekonomi




Perjalanan akan mengajarimu banyak hal, kesabaran, keunikan dan keseruan. Tiap jejak langkah yang kau langkahkan akan berimbas pada tindak laku selanjutnya, di setiap tempat pasti memiliki cerita untuk dijadikan sebuah pengamatan sempurna atau hanya sebuah kenangan semata. Dalam sebuah perjalanan sang diri ini penentu, yaitu ingin menikmati sebuah perjalanan dengan berbagi sesama tetangga kursi atau hanya berdiam sendiri dan tidur.
Lajumu melaju pesat di tengah-tengah persawahan, kecepatan menembus angin berkibat suara pengeras sebagai tanda berlajunya kereta. Dari bilik jendela kereta terlihat beberapa hamparan sawah berwujud padi, jagung, tebu dan beberapa lainnya terlihat hunian masyarakat di pedesaan.
Laju kereta ekonomi, berlajulah menerobos waktu untuk segera pada titik akhir pemberhentian, meski tak secepat kereta-kereta lainnya. Peraturan yang sudah menyatu pada sifat dan karakter kereta ekonomi untuk mengalah, bersabar dalam pemberhentian pada tiap stasiun untuk mempersilahkan kereta bisnis dan eksekutif melaju terlebih dahulu.
Terdengar dari salah satu penumpang, “sabar.., karena kita membeli tiket kereta ekonomi cukup duduk pada tempat duduk yang sesuai dengan nomor tiket, tunggu dengan tenang sampai ke tujuan masing-masing pada pemberhentian yang diinginkan”.Ada harga, ada fasilitas, harga murah fasilitas seadanya. Kereta ekonomi memang memiliki nilai ekonomis kantong dompet, harga bisa lebih ringan dan fasilitas tentu masih bisa diperoleh, dengan beberapa perbedaan pada pelayanan namun sudah cukup untuk mendapatkan fasilitas pada kereta, seperti tempat duduk sudah tersedia sesuai dengan nomor dan gerbong tiket, masing-masing memiliki hak untuk mendapatkan pelayanan memadahi.
Perjalanan laju kereta ekonomi dengan tetangga kursi sebelah seorang bapak dengan berkisar umur 47 tahun, kita berbincang banyak hal terkait semakin padatnya tiap daerah, pembangunan dimana- mana dan salah satunya mengenai fasilitas yang kita dapatkan pada kereta ekonomi yang cukup panas dirasakan, AC sudah dinyalakan, namun dingin masih tak berfungsi dengan sewajarnya, kita mencoba berdiskusi penyebab garbong ini kenapa masih begitu panas kita rasa.
“Mungkin karena udara luar panas jadi udaranya menguap dari luar, kaca yang digunakan kaca bening, mampu menembus cahaya dan panas, jika ada korden yang gelap, maka panasnya luar akan berkurang, “ku mencoba sedikit memberikan penjelasan.
“Iya juga ya, karena hawa di luar panas, jadi ikut merasakan panasnya diluar kereta, meski AC sudah dinyalakan, masih saja terasa panas.” Tangkas si Bapak.
***
Seringkali kaki ini berpergian tanpa ada teman yang menemani, berjumpa dengan orang baru, perjumpaan singkat pada tiap kendaraan umum seperti kereta, bis, busway. Berbincang untuk mengisi kejenuhan di kendaraan dan menunggu waktu habis usai untuk turun pada tujuan yang dituju, maka sering kali terdengar ucapan terucap dari lawan bicara tetangga kursi sebelah, dengan ramah dia berucap, “sampai jumpa di lain waktu, semoga kita berjumpa kembali di suatu saat nanti, entah itu kapan”. Sebuah ucapan sederhana namun mengesankan bahwa dia menikmati dan menyenangkan bisa berbincang bersama meskipun dengan waktu singkat hanya pada sebuah perjalanan. Bahkan tak jarang akan berlanjut komunikasi lewat dunia maya, dengan beragumen bahwa kita perlu diskusi keberlanjutan untuk sebuah cerita kita yang belum bisa dituntaskan atau untuk saling tukar informasi mengenai hobi, ilmu dan pengalaman masing-masing.
Hikmah dalam setiap perjalanan yang bisa ku ambil, yaitu jadikan sebuah perjalanan sebuah hal yang menyenangkan, alihkan kebosanan dengan hal-hal menarik, jadikan diri ini mampu diterima bagi khalayak manapun, mampu berinteraksi dengan manusia-manusia lain, sekaligus mampu mengambil ilmu dari setiap cerita mereka untuk perjalanan kehidupan ini menjadi lebih baik lagi. Tidak melihat siapa dia siapa mereka namun apa yang dia sampaikan bagaiman mereka mampu meraih segala prestasinya. “Lihatlah apa yang dia ucapkan, bukan melihat siapa dia”. Tangkas ku untuk diri ini.

0 komentar:

Posting Komentar