Jumat, 15 Desember 2017

Waktu





Catatan kecil untuk secarik harapan

Waktu adalah penentu, lalu bagaiman dengan waktu jika dia terus berputar tanpa berhenti sedetikpun. Waktu yang mewaktukanku atau aku yang mewaktukan waktu. Sembari kuberjalan jauh dan menapaki setiap wilayah yang sebelumnya belum pernah kupijak. Aku sudah mencoba menengok dalam buratan coretan masa untuk dikenang atau hanya dibuat ingatan semata tak ternilai.
Melangkahkan kaki menuju jalan panjang butuh perjuangan memang. Keluargaku sudah mendesakku untuk segera dan menyegerakan apa yang mereka harapkan, namun tak pernah melihat bagaimana posisiku saat ini, aku juga berjuang untuk masa depanku, namun jangan memaksaku untuk menjawab apa yang tak bisa kujawab. Pertanyaan yang kalian lontarkan tidak memebrikanku solusi, hanya sebagai penambah beban semata. Awalnya aku menlai itu adalah sebuah kasih sayang yang kalian tumpahkan. Namun setelah kumendengar pertanyaan itu dilontarkan dengan mata penuh makna aku jadi terusik dengan kalian semua.

Suara-suara itu datang kembali dengan pengucapan yang sama

Saling berulang diantara mereka menyusut satu tanya

Mereka berkata untuk menghimpun kegundahan atau kekhawatiran

Sebab aku dan mereka tak selaras apa maksud tujuan hidup

Jika benar itu sebuah perhatian tapi kenapa terasa mengusik

Tak berarti hanya sebuah notabene dalam hitungan angka

Aku memahaminya sebagai manusia yang ingin juga dimanusiakan

Pernah kubertanya pada waktu akan hal ini

Kenapa kau mengejarku…

Kenapa tidak kau buang saja tanya yang lewat di pelupuk mata

Kenapatidak kau hempaskan saja bersama ombak gemuruh kegelisahan
Waktu..

Apakah kau mewaktukanku untuk segera sebelum waktuku telah habis masanya
 
Atau aku yang mewaktukanmu, sehingga aku merasa memburuimu untuk memberiku jawaban SEGERA.

6 komentar: