Rabu, 17 Januari 2018

Bonus Perjalanan




Salah jadwal kereta ada untungnya juga, bisa menikmati masa menunggu. Sempat salah satu petugas pengecekan tiket bertanya ketika kusodorkan tiket kereta, “Mbak salah pilih jadwal kereta ya?, ini masih 3,5 jam lagi pemberangkatan kereta”.

“Tidak Pak, sengaja beli tiket untuk pemberangkatan jam 13.00”. Jawabku santai.

“Nah kok aneh Mbak?”. Si Bapak semakin penasaran dengan jawaban singkatku.

Sedikit senyum terbias di wajahku dan bergegas kumengambil tiket yang sudah dicek di alat pendeteksi karena tak mau lama-lama berdiri.

“Mari Pak, Terimakasih”. Sebagai ucapan penutup dan menuju ke ruang tunggu.

***

Suara gerombolan nada melantunkan lagu berintonasi lima macam alat musik, mereka bertempat di pojokan ruang stasiun dengan menyanyikan lagu-lagu tempo dulu, meski aku tak seberapa memahami yang mereka nyanyikan, ini sudah cukup menghibur. “Yeay… dapat bonus perjalanan hari ini”. Ungkapku dalam diri.

Take me home to the day, I will back.., Mama, yaitu salah satu lirik reff sedang mereka nyanyikan. Mengingatkanku bahwa sejauh apapun melangkahkan kaki, ada waktunya untuk kembali untuk berjumpa ibuku tersayang.

Terlihat beberapa kursi sudah terpenuhi calon penumpang kereta dengan tujuan masing-masing, mereka menunggu jadwal keberangkatan untuk menuju sebuah kota yang mereka kunjungi atau mereka hendak kembali ke suatu daerah asal mereka tinggal. Iya seperti aku saat ini, menunggu keberangkatan menuju kota kelahiran, Mojokerto. Tak apalah disini menunggu beberapa jam ditemani group JRCC namanya, entah itu singkatan dari mana

Menikmati beberapa lagu yang mereka lantunkan, terutama lagu lama yang berlirik why do you love me… lagu lama namun masih asik terdengar, perjalananku kali ini memang tak ada kawan menemani, tak ada perbekalan yang memadahi, hanya bermodalkan uang saku secukupnya dan channel teman dimana-mana.

Memang benar, banyak teman banyak rizki, sering silaturahmi membuka jalannya kesempatan dimana-mana. Setiap perjalanan perlu dimaknai dan dinikmati, tak banyak orang masih memiliki waktu untuk pergi kemana-mana dengan sesuka hati, cukup bermodalkan izin dari kedua orantua itu sudah bisa menjadi bekal utama dalam sebuah perjalanan.

“Tak ada yang perlu dikhawatirkan, pada dasarnya setiap orang itu baik”, ungkapan yang selalu kutanam dalam diri. Maka tiap kali bertemu orang baru otakku merespon bahwa dia orang baik, untuk menghilangkan ketakutan cukup dengan menjaga pikiran poritif ada sang pemilik kehidupan selalu mengawasi dan menjagamu, jika tak tahu jalan cukup mengimani google map untuk mencari titik temu, jika lelah cukup istirahat sejenak di bawah atap-atap langit beralaskan karpet merah atau karpet hijau.

***

Eh.., aku mendengar mereka bernyanyi lagi, bis kota Surabaya miring ke kiri oleh sesaknya penumpang, aku terjepit di sela-sela oleh banyaknya penumpang. Haha.. aku menikmati, padahal tak ada seorangpun yang dikenal. Bahagia itu sederhana. mampu menikmati kenyamanan dan keindahan sekitar itu sudah sangat cukup menghibur.

Terlihat sebagian orang dari jauh tampak memandang sedikit keanehan karena aku duduk paling dekat dengan charger gratis untuk mengisi daya laptop hitamku dan si kecil HP. Entahlah apa yang dia pikirkan, duduk disini sudah nyaman tanpa adanya gangguan orang untuk mengajak ngobrol. Namun ada sedikit terusik dengan suara kerasnya menggangu daun telinggaku, seorang Ibu sedang marah-marah di telpon gengamnya, entah tak jelas apa yang dibicarakan, hanya saja ada perkataan. “Anjing kau.., enyahlah dari Bumi ini”, sontak dia sambil memerah wajah marah.

“Wah, Ibu ini berani banget mengusir orang dari Bumi. Apa disuruh pindah ke Mars mungkin ya”, celotehku dalam benak.

***

Nah ini ada lagu, tanah kita tanah surga, tongkat dan kayu jadi tanaman, teringat tulisanku beberapa hari kemarin, Negeri ini kaya akan alam semesta tapi kenapa kita masih miskin dan masih sering impor dari luar. Sungguh sangat menyedihkan Negeriku ini.

Sudah mendekati jan 12.00 satu jam lagi kereta meluncur kesini untuk menjemput ke kota kelahiran. Perjalanan kali ini sungguh ketce. Menunggu lama di stasiun bukan menjadi masalah, tergantung bagaimana memanfattkan waktu untuk hal produktif. Beberapa tulisan mampu tertumpahkan dalam barisan huruf terjejer di hitamku.

Sebuah perjalanan bukan dilihat dengan siapa kamu pergi, namun kemana kamu pergi, apapun yang terjadi dalam perjalananmu, nikmatilah.

Tepat pukul 13.00. Aku melanjutkan perjalannku kembali.

Sampai jumpa ^^.
Nikmati dan syukuri di setiap kesempatan. Alhamdulillah…

#Days5 #30DWC #ODOP

0 komentar:

Posting Komentar