Senin, 22 Januari 2018

Hujan Menderas Rindu



Image result for Hujan Menderas Rindu
Dempaan gaunggan menggaung dari sekelumit suara-suara beralaskan ingin tahu makna sebenarnya, ketika rindu menjadi merindu, maka tak ada sebab kenapa harus dipertanyakan, karena tanya saja tak mampu memberikan guncangan gemuruh untuk menerobos langit-lngit mendung.

Detik suara waktu masih saja terdengar dipenghujung ufuk barat, mengisyaratkan akan sebuah keunikan tersendiri dalam menentukan sebuah keinggin tahuan. Berkaca-kaca sang bola mata itu sudah biasa, bahkan tak terbiasa jika tak demikian karena kehampaan terlalu lama memendam entah kapan terpecahkan sang celengan rindu yang masih terdekap dalam sebuah harap.

Aunggan terdengar seperti halnya singa memangil kekasih untuk segera datang membawa seonggok kepastian, lalu membenamkan kebimbangan, tapi kenapa masih saja tak kunjung terlihat ujung pangkal wajahnya. Menyobek waktu hanya sekelumit sementara tak menjadi solusi.

Hujan semakin deras menderas rindu dalam lorong waktu menjembatani buih-buih pelabuhan, kapal-kapal berderet menyibakkan kail-kail untuk segera berlabuh. Beberapa terlihat berhasil mengkaitkan dengan daratan agar dia mampu berhenti di pinggiran laut. Ada beberapa lainnya masih termanggu dan terdiam karena tak mampu menyibakkan kail, sebab bukan karena tak bisa, kapal yang dia miliki masih berada di tenggah-tenggah lautan, jika dia memaksa untuk mengkaitkan akan sangat tidak mungkin kail sampai pada pinggir laut. “Hanya menuggu ombak menggantarkan kapal ini ke pinggir”, gumamnya menghibur diri.

Terpaan angin dan ombak mengitari kapal untuk mendorong dari segala sisi yang mereka inginkan, jika harus ke utara dia mengikuti, jika harus ke selatan tak memungkiri juga membersamai sesuai dengan mereka tujukan.

Beberapa hal masih berkelumit dalam ombak, menjadikannya sebuah keutuhan yang mampu bertahan dalam lingkup mempertahankan diri. Hanya butuh kesabaran dan sedikit waktu agar bisa berlabuh.

Hujan terus saja meghantam kapal, selayaknya hujan menderas rindu melangitkan doa. Semoga segera terjawab apa yang telah dilanggitkan untuk menjadikan Bumi mampu memunculkan kuncup baru dalam sebuah perikatan dua pikir.

Semoga yang selalu disemogakan.

#Days8 #30DWC #ODOP

6 komentar:

  1. Diksinya udh bagus ka, keren. Cuma typonya byk. Terpaan angin dan ombak, mungkin bisa dignti terpaan ombak oleh angin. :)

    Suka tulisannya, semangat ttap mnulis kaka 😙

    BalasHapus
  2. Rindu rindu yang tak akan perlah lekang oleh waktu

    BalasHapus
  3. Diksinya mantep nih mbak, prosanya ngena 😍

    BalasHapus