Kamis, 04 Januari 2018

Kilas Balik 2017



Image result for kilas balik 2017
Kilas balik perjalanan di tahun 2017, beberapa kejadian dan pengalaman di luar perencanaan dan prediksi. Awal januari mempersipakan untuk pengajuan proposal penelitian sebagai syarat tugas akhir penuntasan Magister. Proses penyusunan Tugas Akhir tidak selalu berajalan lancar, ada beberapa hambatan dari internal maupun eksternal, mulai dari manajemen waktu, kesulitan menemui Dosen pemberi kuasa ACC proposal, dan jarak kampus 2 memakan waktu 45 menit.
Pertengahan bulan Maret 2017 akhirnya ACC proposal telah kudapat, penelitian dimulai dengan memilah milah waktu antara pekerjaan kantor dan menyelesaikan Tugas Akhir. Hampir tiap pagi sebelum berangkat ke kantor, jurnal-jurnal internasional maupun nasional sudah menjadi sarapan rutin, materi-materi terkumpul banyak dan mampu diolah untuk menjadi sebuah penelitan.
Perjalanan detik-detik akhir masa status Mahasiswa sangat kunikmati, meski badan ini sering menuntut untuk diistirahatkan, tak jarang demam melanda tiba-tiba sebab sering tak dirasa rasa capek maupun letih.
Semuanya berjalan mengikuti waktu yang sudah ditentukan, bulan Agustus masa-masa perubahan yang membuat cara berfikirku harus membolak-balikkan keadaan. Kondisi kantor sedang tidak stabil sementara ujian TA sudah di depan mata. Kebijakan dari pimpinan yaitu perlu salah satu SDM harus dimutasi ke kantor cabang baru, SDM tersebut memiliki ilmu dasar keuagan, karena untuk kantor cabang baru belum memiliki SDM di bidang keuangan. Mau tidak mau harus mau dimutasi, meski ada prolog pembuka untuk penawaran dimutasi tetapi itu sebuah ajakan untuk berkata “Iya” dan “Bisa”. Baiklah saya terima untuk dimutasi dengan berbagai pertimbangan dan memang harus mau.
10 Agustus 2017, pukul 11.00, jadwal terpampang Ujian Munaqosah (Sidang), persiapan dari mulai daftar dan sidang hanya satu minggu, sementara tumpukan kertas untuk perekapan laporan keuangan sudah menggunung, ritme kerja yang diganti dari jam 15.00-21.00 memaksa kondisi tubuh untuk beradaptasi.
Tak lama karena tubuhku tidak bisa menyesuaikan ritme kerja, tepat satu hari sebelum hari Sidang badanku tumbang, seluruh persendian mengeluh memberontak dan menuntut haknya untuk diistirahatkan, demam tinggi menyelimuti dan pikiran-pikiran gelisah masih saja menemani di atas tempat tidur. Baiklah aku putuskan untuk mensudahi pekerjaan ini, mungkin jalannya memang harus seperti ini, keadaan yang memang harus segera merubah haluan perjalanan. Maka sudah kuputuskan 9 Agustus 2017 mengundurkan diri dari pekerjaan, pimpinan perusahaan memberikan izin dengan memerikan persyaratan bahwa laporan keuangan harus diselesaikan. Baik saya terima.
10 Agustus 2017, berlangsungnya sidang dengan khidmat dan berbagai pertanyaan yang disodorkan untuk pertanggungjawaban penulisan, penguji tak mau ketinggalan satu cela sedikitpun, semua yang berhubungan dengan penelitian dipertanyakan secara detail dan terperinci. Alhamdulillah.., semua terlaksana secara terbuka, sidang ditutup dengan beberapa revisi, hasil TA juga langsung diberikan dan sebagai kenang-kenangan, foto bersama dilakukan dengan Bapak Pembimbing dan Bapak Penguji. Kata terakhir sebelum Penguji keluar dari ruangan, “Sukses ya Mbak, selamat anda baru saja menyelesaikan tugas akhir, semoga ilmunya berkah dan bermanfaat”. Saya selalu mengingat betul pesan terakhir yang beliau sampaikan bahwa secara tidak langsung dia memberikan amanat untuk menyebarkan dan membagikan ilmu agar berkah dan bermanfaat.
Agustus penuh perjuangan, lika-liku dan kejutan peristiwa tak terduga, masa revisi diberikan waktu dua mingggu, jika dalam dua minggu tidak dapat diselesaikan maka akan diulang kembali penelitian sekaligus ujian. Ada materi dasar dari segi perhitungan penilaian rating yang harus diketahui sumber perhitungan penilaian rating berasal dari mana,sementara nilai yang dipublikasikan tidak menjelaskan sumber akurat dari penilaian.
Dua minggu serasa sangat melelahkan, bertanya ke beberapa profesor namu masih juga tidak terpecahkan, berkeliling ke beberapa kampus untuk mencari refrensi bahkan semua jurnal internasional sudah terublek-ubek masih juga tidak ditemukan.
Teringat betul waktu itu tenggah malam, kumlihat rak buku yang tergantung di tembok kamar secara seksama, tiap punggung buku kuperhatikan pelan-pelan, terbesit dalam hati, mungkin di buku ini ada, dan memang benar di buku “Analisis Laporan Keuangan Jilid 1” karya Subramanyam asli orang India, menjelaskan bahwa sumber dari penilain dihitung dari beberapa prosentase untuk mengetahui penilaian rating. Alhamdulillah akhirnya kutemukan.
Akhir bulan Agustus, semua persyaratan yudisium sudah terselesaikan, tepat satu hari sebelum kepulanganku ke kampung halaman,semua data sudah masuk data base fakultas, tinggal menunggu pendaftaran wisuda.
31 Agustus 2017 sudah di depan mata. Tiket kereta Pasundan dengan jadwal pemberangkatan 14.30 dari stasiun lempuyangan menuju kampung halaman, ada hadiah besar di perjalanan ini, tidak biasanya aku pulang ke kampung halaman ada yang menemani, seseorang yang sangat diharapkan akhirnya bisa ikut membersamai ke kampung halaman. Di dalam perjalanan kita banyak berdiskusi dan bercerita banyak hal, mulai dari perjalanan di kampus masing-masing dan mengenai masadepan yang sangat ingin dicapai.
Keesokan harinya adalah 1 September 2017, aku menyebutnya September ceria, keceriaan penuh harap yang sudah lama kita tunggu termasuk keluarga besar menuggu akan kedatangannya. Semua anggota keluarga menyambut dan menerima dengan tangan terbuka senyum bahagia kegembiraan yang tak bisa dipungkiri terlihat di setiap wajah.
Berbincang bersama keluarga mengenai keadaan masing-masing, sangat membuatku nyaman dan lebih ingin mengetahuinya. Banyak pertanyaan-pertanyaan yang tak terduga terlontar dari pembiacaraan keluarga, akupun menyadari, keluargaku sudah terlalu lama menunggu. Di dalam hatiku berdoa semoga Allah meridhoi dan mensegerakan apa yang ingin disegerakan.
November 2017, waktu yang sudah kutunggu akhirnya  datang juga, pelaksanaan wisuda untuk yang kedua kalinya, keluarga besar datang untuk ikut serta kebahagian yang dirasa, sementara orang yang dinanti tidak bisa mengikursertakan menghadiri, meski awalnya sedikit ada pemberontakan dalan gejolak diri, namun pada akhirnya aku menerima. “Baiklah.., semua tidak bisa dipaksakan, karena bertepatan waktu tidak bisa untuk berangkat”. Gumamku mencoba untuk menenangkan diri.
Memasuki bulan Desember, muali ada rasa kekhawatiran dan tak tentu arah, melangkah ke kota lain masih ragu, masih menetap di kota ini lagi masih ragu, pulang kampung masih belum punya konsep matang ketika sudah berada di rumah. Sementara tugas dan tanggung jawab di kota istimewa sudah selesai semua, tidak ada yang harus diselesaikan, sudah selesai semua. Mencoba melihat peluang masih belum terlihat.
Pada akhirnya aku putuskan untuk pulang dengan niatan untuk menemani orantua tercinta, sebab sudah terlalu lamameninggalkan rumah untuk meniti ilmu di kota orang. Ketika sesampai di rumah, apalah daya kejadian-kejadian di luar perkiraaan dan prediksi bermunculan, beberapa mempertanyakan dan mempermasalahkan mengenai angka yang selalu bertambah sementara waktu terus memburu, dan aku menyadari perlu adanya perubahan statsus segera, bahkan adik-adik sepupu sudah mengikatkan diri dengan seseorang.
Bertemu dengan kelaurga besar sungguh sangat menyiksa, sangat tidak menyenangkan jika jadi sorotan pertanyaan dan topik utama dalam pembahasan dimanapun. Ah.. sungguh menyiksaku.
Keadaan seseungguhnya di lapangan kadang juga perlu dipikirkan kembali, ketika berada di kota istimewa himpitan pertanyaan ni tidaklah begitu terasa, naun setelah sesampainya di rumah. Sungguh sangat menyiksa, ingin ku meluapkan kemarahan namun kepada siapa, baiklah aku hanya bisa berdoa, karena jika aku memaksa kehendak kepada seseorang maka tidak baik juga untuk kedepannya.
Tahun ini yang bisa kucapai yaitu mampu menyelesaikan magister tepat waktu dan sesuai dengan waktunya, ijasah sudah kuraih namun ijabsah masih dalam perjalanan menuju untuk datang, semoga segera ya…., segera temui Ayahku bersama keluargamu. Jangan takut.

2 komentar: