Senin, 01 Januari 2018

Pluto Planet Kerdil

http://3.bp.blogspot.com/-AS93Ns4xbIM/TzzxZUz_G6I/AAAAAAAAAGw/h9u_Kbl0CBk/s1600/aaa.jpg
Dalam sebuah keluarga Tata Surya, tersebutlah dalam urutan yang pertama Matahari sebagai titik orbit dan terletak di pusat, dikelilingi oleh planet Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus dan Pluto. Gaya gravitasi Matahari menarik planet-planet sehingga planet-planet mengelilingi Matahari sesuai orbitnya, itulah revolusi.
Planet-planet berputar pada posisi tepat sesuai dengan ketentuan, namun si Pluto lari tunggang tangging untuk mencari titik peredaran sesungguhnya, dia merupakan temurun tatasurya yang memiliki tubuh kecil, hitam dan lambat. Tak banyak yang tahu keistimewaan Pluto, sebagai titik letak bagian terujung menjadikannya tak terlihat bahkan genjatan cemooh dari beberapa planet menyiksanya untuk segera keluar dari peredaran. Sungguh malang nasib Pluto.
Pluto memiliki sahabat kecil nan baik hati, namanya Bintang Aurora keturunan dari Galaksi, mereka bersahabat sudah lama dan saling memahami diantara keduanya.
“Memang ukuranku terlalu kecil sehingga tidak layak kalian sebut planet, menyadari bahwa orbit yang kumiliki tidak sesuai bahkan berbahaya untuk planet lain sebab tingkahku membuat bertabrakan dengan planet lain”. Keluh Pluto dalam kesedihannya.
“Jangan berkecil hati Pluto, aku masih di sini, ikut merasakan apa yang kamu rasakan, sering orang tak melihatku secara menyeluruh, namun cahaya kelap kelipku seringkali dirindukan oleh Manusia”. Jawab Bintang Aurora sembari menghibur Pluto.
“lalu aku disebut apa Bintang?” tanya Pluto
“Kamu adalah benda langit yang tidak dapat memancarkan sinar sendiri, saat ini orang-orang memanggilmu planet kerdil, karena peredaranmu tidak sama dengan saudara-saudaramu maka diambillah keputusan bahwa Pluto sudah tidak masuk lagi dalam urutan Tata Surya”. Jawab Bintang Aurora.
Keadaan akan penerimaan sebuah kenyataan kadang memberikan dampak sakit yang susah untuk ditolak. Beberapa informasi memberitahukan bahwa Pusat Planet Minor (MPC), organisasi resmi yang bertanggung jawab untuk pengumpulan data tentang asteroid dan komet di dalam tata surya, ternyata telah mendaftarkan bekas planet kesembilan itu sebagai asteroid ke-134340.
“Hai Pluto… aku masih di sini menemanimu, jangan bersedih dan tetaplah menjadi dirimu sendiri”. Sapa Bintang dari kejauhan dengan suaranya yang renyah dan bersahabat.
“Iya Bintang kecil Aurora.., eh tau gak kenapa aku sudah dicabut dengan sebutan nama Planet Pluto”. Tanya Pluto sambil menegadahkan wajahnya ke langit.
“Okey… baiklah akan kuceritakan apa yang sebenarnya terjadi, tapi kamu harus dengerin baik-baik, jangan ngeyel lagi sekaligus kamu harus menerimanya, nah yang paling penting tidak boleh sedih lagi”. Tawaran Bintang mencoba untuk membujuk Pluto agar mau menerima keadaan sesungguhnya.
“Baiklah Bintang.., janji deh”. Ahirnya Pluto menerima tawaran Bintang untuk menerima apapun yang telah terjadi pada dirinya.
Sidang Umum Himpunan Astronomi Internasional (International Astronomical Union/IAU) Ke-26 di Praha, Republic Ceko, yang berakhir 25 Agustus dan Sidang tersebut dilaksanakan dari hari Kamis, 24 Agustus 2006. Dalam sidang tersebut menghasilkan keputusan bersejarah dalam dunia astronomi yaitu dengan mengeluarkan Pluto dari daftar planet-planet di Tata Surya. Saat ini saudaramu yang masih masuk dalam Tata Surya yaitu Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus. Setelah sidang yang dilakukan oleh IAU, maka diputuskan bahwa benda langit bisa disebut planet apabila memenuhi tiga syarat, yakni mengorbit Matahari, berukuran cukup besar sehingga mampu mempertahankan bentuk bulat, dan memiliki jalur orbit yang jelas.
“Nah dari penjelasanku barusan, bisa ditarik kesimpulan bahwa mulai tanggal 24 Agustus 2006, Pluto sudah resmi dicabut dari Tata Surya, dan kamu juga tidak memiliki dari ketiga syarat tersebut”.
“Iya Bintang, akupun menyadari karena memotong orbit planet Neptunus sehingga dalam perjalanannya mengelilingi Mathari, terkadang aku berada lebih dekat dengan Matahari dibandingkan Neptunus”.
http://3.bp.blogspot.com/-X8G9WFzkn0Y/Tzzw_BO08kI/AAAAAAAAAGY/2QATlcRKGKY/s1600/ccccc.jpg 
“Wah kamu memicu reaksi emosional yang pada dasarnya dianggap sebagai “Si Bungsu” dalam Tata Surya sebab jaraknya yang terjauh dari Matahari dan Orbitmu yang sangat lonjong dan tidak sejajar dengan bidang lintasan planet lainnya.
“Hemmmm, aku  nakal ya..”. Jawab Pluto sambil memelas.
“Mau apa dikata, keputusan pencabutan Pluto dari keluara Tata Surya membawa konsekuensi perubahan seluruh buku pelajaran, kamus astronomi, buku pintar dan ensiklopedia di dunia, mereka sudah terlanjur mencantumkan Pluto sebagai planet ke-9.” Tangakas penjelasan Bintang.
“Aku jadi tidak kebayang, bagaimana yang akan terjadi pada perkembangan ilmu pada Manusia”, celoteh Pluto dalam angan-angannya.
“Inilah konsekuensi dari ilmu pengetahuan, yang dipahami saat ini, kebenaran sekarang bukanlah sebuah kesimpulan final masih banyak kebenaran yang belum ditemukan. Temasuk kebenaran hati seorang Manusia.

Sumber : IlmuKita

0 komentar:

Posting Komentar