Minggu, 01 April 2018

Reading Challenge ODOP in My Mind



Berawal dari sebuah kata “Terpaksa, Bisa, Terbiasa”. Tiga kata yang mengawali untuk menumbuhkan a good habit pada diri sendiri. Kegiatan membaca jika tidak dibiasakan akan sangat susah dijalankan, terutama saya sendiri. Perlu adanya dorongan untuk membaca. Banyak kita melihat seseorang akan membaca disebabkan kebutuhan karena ingin segera menyelsaikan Tugas Akhir agar sumber-sumber refrensi yang diperlukan segera diperoleh. Ada juga seseorang membaca karena suatu kebutuhan untuk mengetahui informasi-informasi terkini, membaca koran, artikel. Ada juga seseorang membaca karena ingin hiburan, membaca komik, novel. Ada juga seseorang harus teliti membaca setiap plang arah jalan raya, sebab tersesat atau sedang mencari alamat tujuan. Bahkan ketika kita melakukan hal-hal kecil seperti memasak, minum obat, makan snack tidak terlepas dari membaca. So, bisa dipastikan kita setiap hari membaca, hanya saja ketentuan dalam hal yang di baca berbeda maksud, apakah untuk mediasi informatif, hobi, atau pengetahuan. Penentu objek yang di baca kadarnya berbeda-beda. Membaca ringan, membaca cepat, membaca dalam waktu sekali duduk, membaca pemahaman.
Keluarga ODOPers memberikan wadah baru yaitu Reading Challenge ODOP. Seorang penulis dan calon penulis tidak akan kaya makna dalam sebuah kata jika tanpa di dasari bahan pokok bacaan dari beberapa sumber buku. Sebuah karya akan menjadi karya besar dengan usaha kerja keras meracik, meramu, memasak dan memasarkan.
Reading Challenge ODOP in my mind, sebuah perkumpulan dari beberapa latar belakang berbeda, tidak ada batasan dalam membaca buku, yang penting baca dan belajar memahami atas buku-buku yang telah dibaca, dengan mengakhiri setiap bacaan menampilkan Quote pilihan.
Saya menyadari bahwa kebiasaan membaca merupakan hal berat, harus ada dorongan internal dan ekternal agar mampu teraplikasi. Dari sebuah paksaan, dorongan mampu menegur saya setiap hari bahwa membaca penting untuk bekal kehidupan dan pengaplikasian kita bersosialisasi. Seperti halnya kita mengetahui, membaca adalah jendela dunia karena dengan membaca kita mampu pergi kemanapun dan memahamai daerah daerah yang belum terjangkah oleh langkah kaki.
Langkah kakiku ingin berjalan lebih jauh. Keterbatasan ruang dan waktu masih mengikatkan diri. Tapi keingintahuan tak mampu dibendung oleh batasan jarak. Dengan membaca langkahku bisa semakin melaju, sebab mulai dari membaca ada jendela-jendela baru membuka wawasan, pengetahuan, rasa, imajinasi mampu menghiburku untuk sejenak bersabar, “Ada waktunya untuk bisa berjalan lebih jauh melihat Dunia dan Alam semesta”.

8 komentar:

  1. Terpaksa, bisa, terbiasa. Semangat mba Ilmi...

    BalasHapus
  2. hihi, keren mbak :) makin semangat ikut RCO nih kalo temen2nya gini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga istiqomah...
      Tantangan harus dilalui.

      Hapus
  3. Insyaallah Mbak, dari membaca mimpi2 akan jadi nyata. Aamiiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin...
      Dari membaca mimpi2 akan wujud kenyataan yg indah.

      Ingin bisa melihat belahan bumi lainnya.

      Hapus
  4. Setuju nih. Aamiin.
    Semangat mbak ^_^

    BalasHapus