This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 26 Mei 2018

Baju Baru



    Baju baru Alhamdulillah

    Sepatu baru Alhamdulillah

    Dipakai dihari raya

    Tak punya pun tak apa-apa

    Masih ada baju yang lama.

          Lagu baju baru yang didendangkan oleh Dea Ananda di era zaman 90an. Mendedangkan lagu baju baru dengan berucap syukur atas apa yang telah diberikan oleh Allah dan tidak menggeluh jika memang tidak bisa membeli baju baru, karena masih ada baju yang lama. Kunci utama dalam hidup ini adalah bersyukur atas apa-apa yang telah diberikan oleh Allah kepada setiap makhluknya.

         Teringat ketika masih berumur 7-12 tahun. Lebaran masih sangat identik dengan busana muslim baru, dari mulai kerudung sampai bawahan (celana/rok). Sudah sangat dinanti-nanti setiap tahun ketika momen lebaran, seperti sebuah hadiah yang pasti akan diperoleh. Karena dikeluarga tidak mengenal perayaan Happy Brithday. Dengan adanya momen lebaran sudah pasti sangat dinanti, bukan hanya dapat baju baru namun sekaligus uang saku berupa uang baru dari beberapa sanak keluarga.

          Pernah suatu ketika bercerita dengan kawan sekontrakan yang sama-sama masih berjuang menyelesaikan Strata 1. Temanku bercerita mengenai makna baju baru di keluarganya. Mungkin banyak orang akan beranggapan bahwa baju baru ketika lebaran adalah baju yang akan dikenakan pas ketika lebaran. Namun, berbeda dengan keluarga temanku ini yaitu Mbak Ratih. Dia adalah anak ke-5 dari 12 bersaudara. Setiap mendekati lebaran satu persatu dari anak-anaknya akan diberikan pilihan untuk memilih baju baru yaitu memilih baju baru seragam sekolah atau baju baru lebaran. Jika memilih seragam baru maka tidak ada baju lebaran. Jika memilih baju lebaran maka tidak akan dapat seragam baru, meskipun dengan alasan maupun sudah kenyataanya seragam sekolah sudah sangat harus segera diganti. Tidak cukup sebatas itu saja, baju baru yang dipilih tidak boleh sepasang, harus salah satu. Jika memilih baju atasan (hem, tunik) maka tidak boleh minta bawahan (celana, rok). Sebab, persyaratannya hanya boleh meminta satu permintaan saja. Dia bercerita bukan dengan wajah memelas atau sedih, malah dengan berwajah gembira, dan aku pun ikut terbawa olehnya.

          Setiap keluarga memang memiliki warna hidup yang berbeda-beda. Belajar dari keikhlasan keluarga Mbak Ratih, serta keluarga yang saling menerima apapaun pemberian orantua. Karena perlu kita renungkan bahwa baju baru bukanlah kemenangan sesungguhnya. Baju baru adalah hadiah atas apa-apa yang telah diperjuangkan seorang anak untuk puasa penuh dalam satu bulan. Baju baru adalah sebuah ungkapan rasa kasih sayang kepada anak. Baju baru adalah rizki yang telah diperjuangkan. Namun, bukan berarti tidak membeli baju baru dia tidak memiliki makna kemenangan. Makna kemenangan sesungguhnya adalah kita mampu menjadi pribadi lebih baik dan tetap istiqomah atas apa-apa yang telah dirutinitaskan dalam bulan ramadhan.

          Lalu.., bagaimana makna baju barumu di lebaran tahun ini. “Baju baru” pada sebuah pakaian yang dikenakan. “Baju baru” atas bertebalnya iman, atau “Baju baru” dalam status baru. ^^

#RWC2018
#Day10

Jumat, 18 Mei 2018

Garis Kata untuk RCO (Reading Challenge ODOP)



Sebuah group sosmed dibungkus dengan beberapa tantangan dan dibentuk untuk membentuk seseorang dalam membiasakan diri membaca. Memuculkan kebiasaan memang tidak mudah tidak juga sulit, hanya tergantung pada pribadi diri sendiri apakah akan mau membuat kebiasaan baru atau sudah nyaman dengan keadaan saat ini.
Membaca adalah jendela dunia, gerbang dunia dan peta dunia. Setiap pagi ketika membuka jendela ada harum segar udara pagi bersambut sahut menyahut suara burung kenari. Bersandar di jendela pada ruangan dengan memandang lepas pemandangan luar. Seperti halnya membaca, tubuh ini masih di ruangan namun suasana di luar jendela mampu dirasakan.
Sering kali ketika membaca buku fiksi yang seakan-akan membawa imajinasi ke seluruh penjuru dunia. Iya, aku berada di sana sesuai dengan cerita yang kubaca. Untuk saat ini memang gerak kakiku masih terbatas untuk melangkah, tapi pikiranku untuk menjelajah gerbang dunia tak bisa dikekang oleh batas imajinasi. Suatu saat nanti, gerbang-gerbang di seluruh penjuru dunia akan terbuka. someday with someone, wish coming true.
Membaca dengan melihat peta dunia, seringkali aku membayangkan sedang menginjakkan kaki di belahan dunia, melihat peta-peta kehidupan disana, bercengkrama dengan makhluk yang bernama manusia berparas wajah berbeda. Saling bertukar ilmu dan pengetahuan. harapan dan keinginan yang masih kugenggam rapat dan semoga bisa terealisasi.
Terimakasih sahabat RCO, sudah mengajarkan banyak hal untuk selalu menambah ilmu melalui membaca, karena seseorang akan terdongkrak semangat membaca bukan hanya keingginan diri sendiri, namun sekaligus membutuhkan dorongan untuk tetap konsisten. Terutama saya yang awal mula sangat sulit untuk membiasakan diri membaca. Awal dari keterpaksaan menjadi bisa dan terbiasa.
Harapan kedepannya untuk RCO. Bagaimana jika ada beberapa tantangan yang menceritakan tentang Negara mana yang sangat ingin dikunjungi, setelah itu dbuat sebuah cerita yang seakan-akan penulis masuk di dalam cerita. Meskipun masih perlu digaris bawahi belum pernah pergi ke Negara tersebut, dan perlu juga kita menyepakati membuat buku Antologi RCO, biar ada kesan menggena ketika sudah berganti dengan RCO yang baru.
Inilah garis kata terucap untuk RCO, semoga bertemu lagi di lain waktu dengan tantangan baru. Mari menebar kebaikan meskipun hanya secuil kata. Sukses untuk teman-teman semua.

Rabu, 16 Mei 2018

Biographies Of Masoomeen



Bagian I

Dari cerita yang dipaparkan buku “Biographies Of Masoomeen” berisi tentang kumpulan cerita sejarah manusia suci. Buku pertama mengenai perjalanan masa Rasulullah Saw. Lahir di kota Mekah pada saat terbit fajar hari Jumat tangga l7 Rabiul Awwal tahun Gajah. Kelahirannya bersamaan dengan terjadinya sebuah peristiwa besar mengguncang dunia. Pada hari itu, seluruh patung bertumbang, tercabut dari tempatnya. Rasulullah Saw lahir ketika sang ayah telah meninggal dunia, kakeknya Abdul Muthalib yang menggantikan sebagai ayahnya dan membesarkannya.

Ketika Rasulullah lebih dari 35 tahun. Lima tahun sebelum Bi’tsah, berbagai kabilah dari masyarakat mekah memutuskan untuk memperbaiki Ka’bah. Seluruh masyarakat saling bergotong royong dan bekerjasama untuk menyelesaikan renovasi bangunan Ka’bah, akan tetapi pada akhir proses renovasi ini terjadi persengketaan sangat sengit di antara kabilah untuk meletakkan Hajar Aswad. Masing-masing kabilah brsikeras ingin meletakkan Hajar Aswad di tempatnya.

Ditengah persengketaan berat ini, salah satu dari sesepuh mereka menyarakan, “siapapun saat ini masuk melalui pintu itu (pintu Bani Syaibah) maka ia yang memutuskan masalah ini, dan kita akan melaksanakan keputusannya.” Seluruh kabilah sepakat. Tiba-tiba Rasulullah Saw masuk ke dalam melalui pintu tersebut. Begitu melihat kedatangan Rasulullah, mereka setuju dengan apa yang akan diputuskan. Segera mereka mengutarakan kepadanya.

Rasulullah Saw bersabda. “Bawakanlah sepotong kain untukku.” Rasulullah Saw meletakkan Hajar Aswad di tengah-tengah kain, sembari bersabda.

“Setiap kabilah hendaklah memilih satu wakilnya untuk memegang ujung kain, setelah itu bersama-sama mengangkat Hajar Aswad ini dan meletakkannya di dekat tempatnya semula.” Maka mereka bersama-sama memegang ujung kain lalu membawa batu mulia tersebut ke dekat tempat peletakkan, Rasulullah sendirilah mengangkat batu tersebut dan meletakkannya di tempatnya semula.

Dengan demikian, Rasulullah telah berhasil menyelesaikan persengketaan antara kabilah dengan cara bijaksana.

Bagian II

Diceritakan masa perjalanan pendamping setia Rasulullah Saw yaitu Khadijah. Rasulullah Saw menikah dengan Khadijah pada usia 25 tahun, dan pamannya Abu Thalib mejadi peratara pernikahan mereka.

Khadijah perempuan pertama memeluk dan beriman kepada Islam setelah pengangkatan Muhammad Saw sebagai Nabi, Khadijah meletakkan seluruh kekayaanya dalam kewenangan Rasulullah supaya dipergunakan untuk mengembangkan agama Islam. Khadijah hidup di sisi Rasulullah selama 25 tahun. Rasulullah Saw bersabda, “Khadijah menikah denganku ketika semua orang menjauhiku, ia tidak pernah meninggalkanku sendirian di jalan islam, melainkan senantiasa mendukungku. Semoga Allah memberikan rahmatNya kepadanya.

Khadijah As wanita cerdas dan pintar ketika ia mendengar sifat amanah dan kejujuran serta kemuliaan akhlak Rasulullah Saw, tumbuh rasa cinta dalam hatinya dan iapun menampakkan perasaanya. Rasulullah Saw menjelaskan hal itu kepada pamannya. Oleh karena itu Abu Thalib pamannya mendatangi rumah Khadijah As untuk meminang dan melangsungkan akad pernikahannya di rumah Khadijah As. Setelah selesai resepsi akad nikah, Rasulullah Saw bermaksud membawa Khadijah As ke rumahnya tetapi Khadijah As dengan penuh tawadhu berkata,

“rumah ini adalah rumahmu dan saya adalah pelayanmu, oleh karena itu hendaklah kamu tinggal di rumah ini.” Khadijah As mnyerahkan seluruh harta kekayaanya kepada suaminya.

Bagian III

Ali Bin Abi Thalib As dilahirkan di dalam Ka’bah pada pagi hari Jumat, tanggal 13 Rajab, sepuluh tahun sebelum pengangkatan Rasulullah Saw. Kejadian ini merupakan kebanggaan dan keistimewaan tak bernilai dalam kehidupannya, karena dilahirkan di tempat yang paling suci, yaitu di rumah Allah, Ka’bah.

Pada saat Ali As berusia sepuluh tahun memiliki akidah dan keyakinan yang sama dengan Rasulullah, ia senantiasa melakukan shalat sebagaimana Rasulullah melakukannya. Suatu ketika, dengan pandangan penuh kasih, Abu Thalib bertanya kepada putranya. “Katakanlah kepadaku apa dan bagaimana agama yang engkau pilih ini?”

“Wahai ayah, aku beriman kepada Allah dan RasulNya, demikian juga membenarkan apa yang dibawa oleh Rasulullah, aku melakukan shalat bersamanya untuk Allah dan aku mengikutinya.”

Menjadi keinginan dan harapan bagi setiap lelaki Muslim untuk menikahi putri Rasulullah dan menjadikannya pendamping hidup. Akan tetapi setiap kali seseorang datang meminang Fatimah, Rasulullah bersabda,

“Aku tengah menunggu perintah dari Allah Swt mengenai Fatimah As.”
Suatu hari Ali memutuskan untu pergi ke rumah Rasulullah Saw dan meminang putrinya. Ali menundukkan kepalanya ketika ia ingin mengutarakan maksud tujuannya. Karena itulah Rasulullah bertanya kepada Ali.

“Wahai Ali, adakah sesuatu yang ingin engkau sampaikan?”

“Wahai Rasulullah aku datang karena Fatimah, putrimu.”

“Engkau telah mengambil keputusan yang benar, dan aku senang dengan hal ini. Akan tetapi beri kesempatan untukku bertanya kepada Fatimah dan biarkan ia yang memutuskannya.”

Tak lama kemudian Rasulullah Saw keluar dari kamar putrinya dengan wajah bersinar dan berkata, “wahai Ali engkau rela dengan hal ini, putriku Fatimah rela dengan hal ini, demikian juga aku dan Allah Swt.”

Waktu terus berlalu, setelah kepergian Rasulullah Saw. Sahabat Ali yang masih setia dengan Rasululah Saw sepakat untuk mendorong Ali mempertahankan haknya. Meminta Ali untuk mengingatkan umat Muslim tentang wejangan-wejangan yang diberikan oleh Rasulullah Saw. Akan tetapi Ali tidak ingin membuat perpecahan dan persengketaan di kalangan umat Muslim, memilih berdiam diri tidak mengatakan apapun.

Waktu terus berlalu, kehalifahan pertama berakhir dengan meninggalnya Abu Bakar, kemudian dilanjutkan oleh Umar dan diteruskan oleh Utsman. Kepemimpinan tiga khalifah ini berlangsung selama 25 tahun.
Setelah 25 tahun terlewati, umat Muslim bare tersadar dari kelalaian mereka dan baru teringat akan pesan Rasulullah, hanya Ali yang layak menjadi satu-satunya pembimbing dan pemimpin masyarakat islam.

#RCO_Tingkat4
#RingkasanCerita

Kamis, 03 Mei 2018

Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam

Related image

Sejarah pengetahuan merupakan suatu proses yang berkesinambungan, yang dibangun di atas fondasi dan diletakkan para ilmuwan generasi sebelumnya. Buku Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam menampilkan pemikiran ekonomi para cendekiawan Muslim terkemuka, memberikan kontribusi positif bagi umat Islam, setidaknya dalam dua hal: Membantu menemukan berbagai sumber pemikiran ekonomi Islam kontemporer, memberikan kemungkinan kepada kita untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai perjalanan pemikiran ekonomi Islam selama ini.

Maraknya praktik Lembaga Keuangan Syariah di Indonesia, menyusul terjadinya krisis ekonomi dan moneter sejak tahun 1997 dan pemberlakua UU Perbankan Nomor 10 Tahun 1998 serta Fatwa MUI tentang keharaman bunga bank. Lembaga Keuangan Syariah harus diiringi dengan pemahaman yang lebih komprehensif tentang sistem ekonomi Islam. Dalam hal ini, pemahaman sistem ekonomi Islam tidak cukup hanya melalui sosialisasi teknis, tetapi juga latar belakang dan sejarah perkembangan pemikiran ekonomi para cendekiawan Muslim hingga terwujudnya konsep mekanisme operasional Lembaga Keuangan Syariah.

Sepanjang sejarah Islam, para pemikir dan pemimpin Muslim sudah mengembangkan berbagai gagasan ekonominya sedemikian rupa. Ajaran Islam tentang pemberdayaan akal pikiran dengan tetap berpegang teguh pada Alquran dan hadis nabi, konsep dan teori ekonomi dalam Islam pada hakikatnya merupakan respon para cendekiawan Muslim terhadap berbagai tantangan ekonomi pada waktu-waktu tertentu. Ini juga berarti bahwa pemikiran ekonomi Islam sesusia Islam itu sendiri. Jika di Indonesia baru mencetuskan UU Perbankan Nomor 10 Tahun 1998 tentang keharaman riba, maka pemikiran ekonomi Islam baru tumbuh di Indonesia tahun 1998.

Pembahasan yang disampaikan mengajak para pembaca untuk menelaah secara umum asal-usul lahirnya pemikiran ekonmi Islam dengan berbagai fase perkembangannya hingga memasuki awal abad ke-20 Masehi. Menyajikan pembahasan mengenai kegiatan perekonomian umat Islam yang berlangsung pada masa pemerintahan Rasulullah, Khulafa ar-Rasyidin. Pembahasan ini mencakup uraian mengenai sistem ekonomi dan fiskal pada masa pemerintahan Rasulullah dan masa pemerintahan Khulafa ar-Rasyidin. Kebijakan fiskal pada masa awal pemerintahan Islam. Uang dan kebijakan moneter pada awal pemerintahan islam serta peranan harta rampasan perang pada awal pemerintahan Islam. 

Sejarah pemikiran ekonomi Islam perlu dikaji secara mendalam untuk memperkaya ekonomi Islam kontemporer dan membuka jangkauan lebih luas konseptualisasi dan aplikasinya. Kajian terhadap perkembangan sejarah ekonomi Islam merupakan ujian-ujian empirik yang diperlukan bagi setiap gagasan ekonomi. Ini memiliki arti yang sangat penting, terutama dalam kebijakan ekonomi dan keuangan Negara.


#Tugas RCO3 #Tugas 1Level3 #OneDayOnePost