Rabu, 16 Mei 2018

Biographies Of Masoomeen



Bagian I

Dari cerita yang dipaparkan buku “Biographies Of Masoomeen” berisi tentang kumpulan cerita sejarah manusia suci. Buku pertama mengenai perjalanan masa Rasulullah Saw. Lahir di kota Mekah pada saat terbit fajar hari Jumat tangga l7 Rabiul Awwal tahun Gajah. Kelahirannya bersamaan dengan terjadinya sebuah peristiwa besar mengguncang dunia. Pada hari itu, seluruh patung bertumbang, tercabut dari tempatnya. Rasulullah Saw lahir ketika sang ayah telah meninggal dunia, kakeknya Abdul Muthalib yang menggantikan sebagai ayahnya dan membesarkannya.

Ketika Rasulullah lebih dari 35 tahun. Lima tahun sebelum Bi’tsah, berbagai kabilah dari masyarakat mekah memutuskan untuk memperbaiki Ka’bah. Seluruh masyarakat saling bergotong royong dan bekerjasama untuk menyelesaikan renovasi bangunan Ka’bah, akan tetapi pada akhir proses renovasi ini terjadi persengketaan sangat sengit di antara kabilah untuk meletakkan Hajar Aswad. Masing-masing kabilah brsikeras ingin meletakkan Hajar Aswad di tempatnya.

Ditengah persengketaan berat ini, salah satu dari sesepuh mereka menyarakan, “siapapun saat ini masuk melalui pintu itu (pintu Bani Syaibah) maka ia yang memutuskan masalah ini, dan kita akan melaksanakan keputusannya.” Seluruh kabilah sepakat. Tiba-tiba Rasulullah Saw masuk ke dalam melalui pintu tersebut. Begitu melihat kedatangan Rasulullah, mereka setuju dengan apa yang akan diputuskan. Segera mereka mengutarakan kepadanya.

Rasulullah Saw bersabda. “Bawakanlah sepotong kain untukku.” Rasulullah Saw meletakkan Hajar Aswad di tengah-tengah kain, sembari bersabda.

“Setiap kabilah hendaklah memilih satu wakilnya untuk memegang ujung kain, setelah itu bersama-sama mengangkat Hajar Aswad ini dan meletakkannya di dekat tempatnya semula.” Maka mereka bersama-sama memegang ujung kain lalu membawa batu mulia tersebut ke dekat tempat peletakkan, Rasulullah sendirilah mengangkat batu tersebut dan meletakkannya di tempatnya semula.

Dengan demikian, Rasulullah telah berhasil menyelesaikan persengketaan antara kabilah dengan cara bijaksana.

Bagian II

Diceritakan masa perjalanan pendamping setia Rasulullah Saw yaitu Khadijah. Rasulullah Saw menikah dengan Khadijah pada usia 25 tahun, dan pamannya Abu Thalib mejadi peratara pernikahan mereka.

Khadijah perempuan pertama memeluk dan beriman kepada Islam setelah pengangkatan Muhammad Saw sebagai Nabi, Khadijah meletakkan seluruh kekayaanya dalam kewenangan Rasulullah supaya dipergunakan untuk mengembangkan agama Islam. Khadijah hidup di sisi Rasulullah selama 25 tahun. Rasulullah Saw bersabda, “Khadijah menikah denganku ketika semua orang menjauhiku, ia tidak pernah meninggalkanku sendirian di jalan islam, melainkan senantiasa mendukungku. Semoga Allah memberikan rahmatNya kepadanya.

Khadijah As wanita cerdas dan pintar ketika ia mendengar sifat amanah dan kejujuran serta kemuliaan akhlak Rasulullah Saw, tumbuh rasa cinta dalam hatinya dan iapun menampakkan perasaanya. Rasulullah Saw menjelaskan hal itu kepada pamannya. Oleh karena itu Abu Thalib pamannya mendatangi rumah Khadijah As untuk meminang dan melangsungkan akad pernikahannya di rumah Khadijah As. Setelah selesai resepsi akad nikah, Rasulullah Saw bermaksud membawa Khadijah As ke rumahnya tetapi Khadijah As dengan penuh tawadhu berkata,

“rumah ini adalah rumahmu dan saya adalah pelayanmu, oleh karena itu hendaklah kamu tinggal di rumah ini.” Khadijah As mnyerahkan seluruh harta kekayaanya kepada suaminya.

Bagian III

Ali Bin Abi Thalib As dilahirkan di dalam Ka’bah pada pagi hari Jumat, tanggal 13 Rajab, sepuluh tahun sebelum pengangkatan Rasulullah Saw. Kejadian ini merupakan kebanggaan dan keistimewaan tak bernilai dalam kehidupannya, karena dilahirkan di tempat yang paling suci, yaitu di rumah Allah, Ka’bah.

Pada saat Ali As berusia sepuluh tahun memiliki akidah dan keyakinan yang sama dengan Rasulullah, ia senantiasa melakukan shalat sebagaimana Rasulullah melakukannya. Suatu ketika, dengan pandangan penuh kasih, Abu Thalib bertanya kepada putranya. “Katakanlah kepadaku apa dan bagaimana agama yang engkau pilih ini?”

“Wahai ayah, aku beriman kepada Allah dan RasulNya, demikian juga membenarkan apa yang dibawa oleh Rasulullah, aku melakukan shalat bersamanya untuk Allah dan aku mengikutinya.”

Menjadi keinginan dan harapan bagi setiap lelaki Muslim untuk menikahi putri Rasulullah dan menjadikannya pendamping hidup. Akan tetapi setiap kali seseorang datang meminang Fatimah, Rasulullah bersabda,

“Aku tengah menunggu perintah dari Allah Swt mengenai Fatimah As.”
Suatu hari Ali memutuskan untu pergi ke rumah Rasulullah Saw dan meminang putrinya. Ali menundukkan kepalanya ketika ia ingin mengutarakan maksud tujuannya. Karena itulah Rasulullah bertanya kepada Ali.

“Wahai Ali, adakah sesuatu yang ingin engkau sampaikan?”

“Wahai Rasulullah aku datang karena Fatimah, putrimu.”

“Engkau telah mengambil keputusan yang benar, dan aku senang dengan hal ini. Akan tetapi beri kesempatan untukku bertanya kepada Fatimah dan biarkan ia yang memutuskannya.”

Tak lama kemudian Rasulullah Saw keluar dari kamar putrinya dengan wajah bersinar dan berkata, “wahai Ali engkau rela dengan hal ini, putriku Fatimah rela dengan hal ini, demikian juga aku dan Allah Swt.”

Waktu terus berlalu, setelah kepergian Rasulullah Saw. Sahabat Ali yang masih setia dengan Rasululah Saw sepakat untuk mendorong Ali mempertahankan haknya. Meminta Ali untuk mengingatkan umat Muslim tentang wejangan-wejangan yang diberikan oleh Rasulullah Saw. Akan tetapi Ali tidak ingin membuat perpecahan dan persengketaan di kalangan umat Muslim, memilih berdiam diri tidak mengatakan apapun.

Waktu terus berlalu, kehalifahan pertama berakhir dengan meninggalnya Abu Bakar, kemudian dilanjutkan oleh Umar dan diteruskan oleh Utsman. Kepemimpinan tiga khalifah ini berlangsung selama 25 tahun.
Setelah 25 tahun terlewati, umat Muslim bare tersadar dari kelalaian mereka dan baru teringat akan pesan Rasulullah, hanya Ali yang layak menjadi satu-satunya pembimbing dan pemimpin masyarakat islam.

#RCO_Tingkat4
#RingkasanCerita

4 komentar:

  1. Kisah yang selalu tertanam di hati, rindu Rasul dan para sahabatnya.
    Ali the best ya mbak.

    BalasHapus
  2. Teladan yg sangat dirindukan. Rasulullah dan para sahabatnya. ^^

    BalasHapus