Selasa, 01 Mei 2018

Perpaduan Dua Karya Novel Dan Film Negeri 5 Menara


 

Judul                     : Negeri 5 Menara
Pengarang             : Ahmad Fuadi
Penerbit                 : PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit           : Tahun 2009
Jumlah Halaman   : XII + 423 halaman
Kota tempat terbit : Jakarta
Kategori                 : Novel/Fiksi

Sebuah novel best seller dengan cerita menarik dan prediksi memiliki daya tarik penonton, tidak sia-sia jika diangkat ke layar lebar. Novel karya Ahmad Fuadi “Negeri Lima Menara” mampu menarik banyak penonton dan banyak pesan-pesan santun terselubung di dalamnya. Mengemas tulisan secara mengalir dengan posisi penulis sebagai pihak Aku yaitu Alif Fikri, salah satu murid Pondok Madani yang bermula berat hati melanjutkan sekolah di sekolah agama. Menganggap sekolah agama merupakan sekolah pilihan terakhir karena tidak bisa diterima di SMA atau menyandang predikat anak nakal.
Ada beberapa isi novel di tambah dan dikurangi. Ibunda Alif meminta masuk Madrasah Aliyah di Bukittinggi dan tidak diizinkan untuk masuk SMA. Setelah Alif menerima surat dari Pak Etek Gindo yang menceritakan bahwa Pondok Madani merupakan tempat yang bagus dalam mendidik. Mereka pintar bahasa inggris dan bahasa arab. Tinggal di asrama dan disiplin untuk bisa bahasa asing setiap hari. Sejak saat itu Alif memutuskan untuk melanjutkan sekolah di Pondok Madani meskipun dengan setengah hati. Sementara kawan Alif, Randai melanjutkan SMA di Bukittinggi tidak di Bandung.
Novel dan Film memang tidak sama dalam menyampaikan. Novel Negeri 5 Menara lebih pada telling sedangkan Film lebih menunjukkan showing. Keduanya memiliki karakteristik tersendiri. Novel menceritakan segala hal yang terjadi pada penulis, menuangkan dalam tulisan untuk dibagikan kepada pembaca melalui cerita menarik, agamis dan berwawasan luas. Sang pembaca mampu berimajinasi dalam diri dan seakan-akan ikut serta di dalam cerita. Film lebih pada audio visual menyampaikan sebuah cerita dengan pergerakan melalui acting dan latar sebagai pendukung cerita. Beberapa actor dipilih untuk menjadi lakon, disesuaikan dengan karakter cerita, dan tidak kalah penting kejiwaan secara menyeluruh. Jelas sangat berbeda penyampain antara Novel dan Film. Keduanya memiliki keunggulan masing-masing.
Isi cerita secara garis besar menceritakan pengalaman belajar di Pondok Madani, kejadian dan peristiwa memang banyak perbedaan. Namun, meskipun demikian pesan cerita yang diangkat mampu tersampaikan dengan baik, dan mengajak penonton ikut serta dalam setiap pengalaman yang dialami. Sebuah karya yang mengangkat cerita perjuangan seseorang menuntut ilmu. Uthlubul ilma walau bisshin artinya tuntutlah ilmu walau ke negeri Cina. Man Jadda Wajadah artinya siapa yang bersugguh-sungguh dia akan berhasil. Jadilah rahmat bagi alam semesta. Carilah jalan ilmu dan jalan amal ke setiap sudut dunia. Seperti halnya nasihat Imam Syafii: “Orang yang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman. Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang.”
Beberapa cerita menyisipkan sebuah pesan penting dalam setiap tindakan, yaitu ikhas. Meskipun itu sebuah hukuman jalankan secara ikhlas. Selama kalian ikhlas, maka selamanya Allah akan menjadi penolong kita. Innallah Maa’na. Tuhan bersama kita.
Negeri 5 Menara telah mendapat beberapa penghargaan, antara lain Nominasi Khatulistiwa Award 2010 dan Penulis Buku Fiksi Terfavorit 2010 versi Anugerah Pembaca Indonesia. Ahmad Fuadi mengolah nostalgia menjadi novel yang menyentuh, kritis, simpati pada pendidikan dan mendidik generasi muda untuk terus maju tidak kenal menyerah.


1.      #TugasRCO3 #Tugas2Level3 #OneDayOnePost


2 komentar:

  1. Negeri Lima Menara salah satu novel dan film favorit nih ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. bercerita tentang perjuangan dan semangat mengapai cita-cita.

      Hapus