Rabu, 18 Juli 2018

Rumah Cinta



 Image result for rumah cinta

Setiap perjalanan ada puing-puing tertinggal pada jejak waktu kehidupan. Beberapa puing diambil untuk dijadikan sebuah motivasi, sebagian lainnya dijadikan pelajaran. Dan, tidak menutup kemungkinan ada puing yang ditinggalkan karena memberikan luka.

Ada beberapa lembaran baru pada setiap fase manusia, yaitu bayi, anak-anak, remaja, dewasa, tua, manula. Seperti halnya pada Husna, remaja yang sudah memasuki dewasa dengan segala macam pertanyaan dan harus dipahami olehnya. Waktu semakin berlalu, ada puing-puing harus ditinggalkan untuk mendapatkan rumah cinta sebagai peneduh dan berteduh.

Rumah cinta dalam sebuah kebersamaan balutan kasih yg diridhoiNya. Pasti, ada waktu yang tepat dengan orang tepat pula. Telah lama ditunggunya berlalu lama.

Seorang pemuda dengan berani berucap, “aku akan menjaga anakmu Ayah, jangan khawatir lagi akan hidupnya, karena jika janji suci ini sudah berucap, maka semua beban dalam pundakmu sudah beralih kepadaku”.

“Jaga dan sayangilah putriku, jangan terlalu keras mendidiknya jangan pula terlalu lembut jika kau bertutur kata, buatlah bunga bermekaran dalam rumah cinta.” Ucap Ayah sembari mengusap linang air mata menetes hangat di pipi.

Husna tertunduk malu dan tersenyum manis sembari berucap dalam hati “Alhamdulillah, semoga Allah meridhoi niat baik kita untuk menjalin dalam sebuah ikatan pernikahan suci.”



#Coretan garis kata di bulan Juni 2018. ^^

0 komentar:

Posting Komentar