Minggu, 19 Agustus 2018

Polemik Adat (Jawa dan Sunda)


 Image result for jawa dan sunda
Buku ini hadir untuk menjawab sekelumit perbincangan dan perdebatan diantara suku yang sama-sama masih dalam lingkup Provinsi di Jawa. Banyak orang menilai tabu jika orang jawa menikah dengan orang sunda, begitu juga dengan orang sunda. Apakah gerangan yang masih mengakar di era modern ini. Persepsi-persepsi negatif yang sudah lama harus ditinggalkan namun telah mengakar dibenak masing-masing adat.

Dalam gejolak sebuah sejarah menghantarkan kita menggenal sosok Dyah Pitaloka dan Hayam Wuruk. Karena haus akan kekuasaan Mahapatih Gajah Madah memberikan isu palsu jika kedatangan Diyah Pitaloka dan rombongan semerta-merta menyerahka diri karena tunduk pada pemerintahan Majapahit. Padahal niatan awal sesungguhnya adalah Diyah Pitaloka datang atas undangan dari Hayam Wuruk, sebab Hayam Wuruk ingin mempersunting Diyah Pitaloka.

Sejarah yang sudah mengakar sejak lama berimbas pada generasi ke generasi, beberapa terucap orang Jawa menilai orang Sunda dengan penilaiannya sendiri, begitu juga orang Sunda yang memiliki penilaian terhadap orang Jawa.

Beberapa generasi muda memang sudah tidak memperdulikannya. Namun, ketika itu sudah menyangkut sebuah hubungan untuk menuju pernikahan maka akan sangat rumit jika salah satu pihak masih mempermasalahkan adat dan budaya berbeda.

Kita berada di bumi pertiwi dengan segala macam perbedaan, bukan hanya budaya saja yang berbeda. Bahasa, kulit, makanan, dan sifat. Kita semua memiliki perbedaan. Jika perbedaan mampu dinikmati dengan tangan terbuka dan dengan pikiran positif. Maka, bermacam-macam jenis akan memperkaya dan mempercantik keelokan dalam bertenggang rasa.

Buku ini hadir akan mengupas beberapa cerita dari pengalaman dan sharing beberapa teman yang mengeluhkan polemik adat. Semoga kita menjadi lebih bijak dalam menilai dan memandang perbedaan. Karena kita hanyalah manusia yang miliki ketidaksempurnaan. Kesempurnaan hanyalah milik Sang pencipta Allah SWT.

0 komentar:

Posting Komentar